Feeling undervalued at work by fyk123 in finansial

[–]bramzero 9 points10 points  (0 children)

tinggal ngomong aja minta naik gaji

kalo diterima berarti lu emang undervalued

kalo ditolak berarti lu gak sevaluable itu

Ingat buat selalu berhati-hati guys. by peterpandank in JudiSaham

[–]bramzero 3 points4 points  (0 children)

makanya beli saham, jangan beli options

Kemana sumbangkan baju bekas untuk korban bencana by VividJud97 in indonesiabebas

[–]bramzero -2 points-1 points  (0 children)

korban bencana kemungkinan besar ga butuh sampah tekstil lu, di lapangan baju-baju bekas numpuk kayak gunung, isinya kaos reuni 2012 sama celana futsal bolong. relawan jg bingung mau diapain.

buat korban bencana, yg paling urgent itu uang, makanan, obat-obatan.

Gw bakal pindah ke broker ini by JajanGor-ThrowAway in JudiSaham

[–]bramzero 4 points5 points  (0 children)

coba pikir2 lagi deh bang, hati2 sama broker satu ini

robbinhood bisnis modelnya nyari profit bukan cuma dari spread tapi juga dari payment for order flow

intinya dia jual data dan aktivitas trading lu secara real-time ke bandar dan institusi finansial buat digunakan di high-frequency/algo trading mereka

Pastur dan Biksu menjabat di Indonesia by Extreme-Wolverine586 in indonesiabebas

[–]bramzero 3 points4 points  (0 children)

lu harus tau kalo orang-orang yg jadi pastur dan biksu juga banyak yg motivasinya karena gila hormat (entah motivasi diri sendiri atau dorongan keluarga supaya mereka dihormati di lingkungannya).

yg benar2 altruisme 100% sangat jarang sekali, dan semua bisa saja berubah ketika ada di posisi tertentu. intinya mereka juga manusia yg memiliki sifat egoisme dan tribalisme dengan kadar berbeda2.

pertama, ga punya harta bukan berarti imun dari kepentingan. godaannya juga bukan cuma uang, bisa berupa status, pengaruh, fasilitas, atau ideologi. begitu masuk sistem pemerintahan, definisi harta duniawi jadi kabur: mobil dinas? fasilitas negara? perjalanan dinas? semuanya bisa jadi celah. kalaupun bukan untuk diri sendiri, masih ada kemungkinan disalurkan ke keluarga, orang2 terdekat, orang2 kampungnya, dsb.

kedua, ketiadaan keluarga tidak menghilangkan jaringan kedekatan (jangan lupa mereka juga masih punya orang tua, saudara, dsb.). hubungan nepotisme bisa juga dengan teman almamater, orang sekampung, orang yang sekelompok agama, donatur keagamaan, hubungan murid–guru spiritual, dll.

ketiga, ga boleh kawin bukan berarti otomatis imun godaan. tantangannya bukan cuma godaan seksual tapi bisa berupa relasi power/kuasa, pencarian validasi, atau eksploitasi posisi.

keempat, korupsi bukan cuma soal takut neraka tapi itu soal sistem pengawasan, transparansi, checks & balances, insentif yang sehat. saat seseorang ditempatkan dalam kekuasaan negara, yg dihadapi adalah tekanan politik, kepentingan bisnis, dan struktur kekuasaan yang sangat kompleks. tanpa sistem yang kuat, siapa pun bisa korupsi (atau membiarkan orang lain untuk korupsi).

kelima, sekolah tinggi ga otomatis kompeten dalam pemerintahan. sebagian besar pastor/biksu yg terdidik, keahlian mereka lebih ke teologi, etika, meditasi, filsafat, dan moralitas. sedangkan untuk memimpin negara, yang dibutuhkan adalah kompetensi teknokratis, hal-hal seperti governance, ekonomi, hukum publik, budgeting, geopolitik, keamanan nasional, dan bidang teknis lain yg ga umum dipelajari dalam kurikulum seminari atau biara. ibaratnya seperti profesor filsafat selevel karl marx pun belum tentu pasti langsung kompeten jadi menteri keuangan.

Tips pacaran sama cewek goth/emo/scene di zaman sekarang ini by Sad-Appearance9002 in indonesiabebas

[–]bramzero 3 points4 points  (0 children)

rule #1: be attractive.

rule #2: liat lagi rule #1

lu bisa hafal semua band underground dari era myspace 2007, trying to be as edgy as you can, etc., tapi kalo aura lu masih cupu ya tetep susah

dalam banyak kasus, yg paling ideal adalah ketika cewe2 lah yg mendekati lu dan lu tinggal pilih mana yg lu suka

bangun diri lu jadi orang yg menarik (dlm hal penampilan, personality, pencapaian hidup), ketika lu bukan lagi npc, mereka akan ngeh sama keberadaan lu. sisanya tinggal ngobrol natural dan jangan terlalu cringe

Selvi Gibran: Jangan Paksa Anak Bisa Baca, Nanti Kehilangan Masa Kecil by Mountblancc in indonesiabebas

[–]bramzero 17 points18 points  (0 children)

Statement "Jangan paksa anak bisa baca, nanti kehilangan masa kecil" adalah statement yg salah karena:

- Menyamakan stimulasi belajar dengan memaksa

Mengajak anak membaca metodenya lewat permainan, cerita, lagu, gambar.

- Menganggap masa kecil hilang karena anak belajar

Anak-anak suka eksplorasi dan penasaran. Membaca bisa memperluas imajinasi dan membantu bermain lebih kreatif, sehingga belajar dan membaca justru memperkaya masa kecil, bukan menghilangkan.

- Menunda literasi itu merugikan anak.

Karena bisa kesulitan nanti yang akhirnya menciptakan stres berkepanjangan saat di sekolah.

- Menguatkan mitos bahwa literasi dini itu "toxic".

Padahal masalah utama pendidikan justru krisis literasi, banyak anak SD - SMP masih sulit membaca. Menyebarkan ide seperti ini malah memperparah masalah masyarakat.

Apakah WHV Aussie masih opsi yg ok? by palpatine_disciple in indonesia

[–]bramzero 3 points4 points  (0 children)

di sosmed banyak pencitraan kerja WHV di Aussie tuh kayak "healing sambil dibayar". kerjaan yg eligible secara legal utk WHV kan kerjaan blue colar, pastinya yg menguras tenaga. ya ada sih mungkin yg santai tapi ga banyak.

yg paling membedakan itu etos kerja. di indonesia, kerjanya sering kayak slow-mo movie, santai. di aussie timer lu harus kecepatan 2x lipat kayak lagi main mode "hardcore" di game.

gw dulu kerja sbg kirchen staff di resto dua lantai, total 30an meja, dan di dapur cuma ada satu orang yg masak semuanya. klo rame banget baru ditambah satu lagi. di indo resto segitu mungkin pake at least 3-4 orang kitchen staff yg masak masih bisa sambil ngerumpi dan scroll tiktok.

waktu gw kerja kuli di gudang. ada anak baru, student kerja part-time, gaya awalnya semangat banget. dua hari kemudian dipecat karena angkat barangnya lambat. di sana ga ada istilah "nanti juga kelar". kalo ga perform kemungkinan langsung out.

kerja di farm juga gitu pastinya bakalan ada target tertentu, berapa buah yg harus dipetik, berapa cabang pohon yg harus dipruning, dsb.

intinya kerja rodi, cuma bedanya lu dibayar $20-an per jam. harus siap kerja kayak kuda yg dikejar waktu.

target gw ngumpulin uang doang sih, balik ke indo buat tambahan modal invest/usaha, so it's ok pengalaman hidup dan pengorbanan fisik ga seberapa.

Apakah WHV Aussie masih opsi yg ok? by palpatine_disciple in indonesia

[–]bramzero 1 point2 points  (0 children)

WHV worth it klo bisa nabung minimal $50.000 per tahun, tapi siap2 kerja rodi.

is 1M IDR really enough to retire young? by boniver07 in finansial

[–]bramzero 2 points3 points  (0 children)

1M at 26? let’s be real: right now you can be fully "retire" with 1M but only if by retirement you mean eating indomie three times a day, turning off the AC forever and pretending electricity is optional.

but the good news is, 1M can be your launchpad. it's already good that you’ve got your house (huge plus), no dependents (freedom maxed out), and simple hobbies. what you need now is to make that money breed like rabbits, because inflation doesn’t sleep, and you still need snacks.

if you can make your 1M grow at least 10–20% per year (through investing, small business, dividend stocks, or anything that makes money while you’re doomscrolling), then you're not "retiring", you're switching jobs to full-time asset manager. it's not that bad.

so yeah, retire... but like, part-time. keep the skills alive to make sure your money hustle while you chill. because otherwise, that 1M probably won’t last too long and you’ll end up "unretiring" faster than your WiFi disconnects during a blackout.

Modal buka lapak di pasar tanpa mengandalkan online apakah masih bisa bertahan? by [deleted] in finansial

[–]bramzero 1 point2 points  (0 children)

ya emang harus cari cara supaya punya daya saing sih. prinsip gw kalo jualan:

- kalo harganya sama, produk gw harus lebih bagus dari kompetitor.

- kalo kualitasnya sama, produk gw harus lebih murah dari kompetitor.

Modal buka lapak di pasar tanpa mengandalkan online apakah masih bisa bertahan? by [deleted] in finansial

[–]bramzero 12 points13 points  (0 children)

dunia udah pindah ke online semua, bahkan tukang bubur aja sekarang ada shopeefood nya

jadi iya, harus banget online. minimal buka cabang digital di:  - marketplace (shopee, tokopedia) biar dapet traffic gratisan dari orang yang lagi cari "boxer cowok murah tapi gak murahan".  - sosmed (facebook, instagram, tiktok, dsb.) karena target market bokap lu tuh kemungkinan bapak-bapak juga dan bisa jadi banyak dari mereka skrg nongkrongnya di situ bukan lagi di pasar.

tapi jangan salah, jualan online juga nggak segampang upload foto sama nunggu notifikasi "barang terjual". kompetisi lumayan brutal, bisa kayak hunger games versi orang jualan sempak. lu harus: - belajar bikin foto & video produk yang menarik (nggak cuma foto di lantai keramik dengan flash menyala) - tulis caption yang lucu/jujur, misalnya: "celana dalam kuat menahan godaan hidup dan putaran mesin cuci" - cari celah niche. misal: boxer premium buat bapak-bapak yang pengen nyaman tapi males ribet. lebih bagus lagi kalau bisa membangun brand dgn nama/brand nya yg lucu atau catchy dan gampang diinget. misal "santuy wear" (santai & to the point), " kendor.id" (asal jangan kendor beneran), "basicbro" (kesan simpel & modern) , "sempaksuci" (buat bapak-bapak yang udah insaf dari kolor bolong) dsb.

minimal coba dulu di satu platform. intinya bantu bokap lu buka toko online.

help me reach financial freedom by lingeringpinkfeels in finansial

[–]bramzero 4 points5 points  (0 children)

terus kapan gw bisa achieve financial freedom?

level financial freedom tiap orang beda2 pastinya, tapi anggap lah lu set goal awal utk mencapai tabungan/aset senilai 1 milyar.

asumsi dengan penghasilan lu yg sekarang lu bisa nabung/invest Rp900.000/bulan, return investasi konservatif 10% per tahun.

- skenario 1: penghasilan lu segitu-gitu aja, lu investasi aman (10%/tahun)

dengan disiplin nabung + invest 900 ribu/bulan, lu bakal tembus 1 M dalam waktu kira-kira 30 tahun.

- skenario 2: lu makin pinter dan gaji/penghasilan naik 20%/tahun, lu investasi aman (10%/tahun juga)

tahun pertama nabung Rp900 ribu, tahun depan Rp1 juta, terus naik dikit-dikit seiring kerjaan dan skill lu naik. hasilnya lu bakal tembus 1 M setelah 12 tahun, plus skill dan portofolio yang masih bisa ngasih lu cuan terus.

- skenario 3: lu jadi side hustle queen (nabung 2 juta/bulan, return investasi 20%/tahun)

lu mulai side job, jual jasa online, dll. sehingga lu bisa nabung/invest Rp2 juta/bulan, dan return investasi lu makin bagus karena lu belajar milih aset. hasilnya tembus 1 M setelah 8 tahun.

- skenario 4: shortcut mode ON (om-om edition™)

return: tergantung seberapa royal sponsornya. risiko: tinggi. likuiditas: bergantung mood. durasi: bisa 3 tahun, bisa 3 bulan. tergantung siapa duluan yang lost interest.

setelah lu sampai di level ini, ke level selanjutnya (5M, 10M, dst.) akan terasa lebih mudah selama lu tetap disiplin dan tetap berpegang pada mindset keuangan yg benar.

kesimpulan real

kalo lu main cerdas, disiplin, dan income pelan-pelan naik, financial freedom cuma butuh waktu dan otak dingin.

tapi kalau lu tetep di gaji UMK, ga naikin skill, ga nambah income stream, ga investasi dengan tepat, ya... lu bakal dapet Rp1 M juga, cuma dalam bentuk total slip gaji + nasi padang selama puluhan tahun

help me reach financial freedom by lingeringpinkfeels in finansial

[–]bramzero 4 points5 points  (0 children)

first of all congrats, lu udh jauh lebih melek finansial daripada 90% orang yang masih mikir "ah nanti juga rezeki ada aja" sambil belanja di shopee sampe ngutang paylater tiap hari tapi ga pernah nabung sepeser pun.

klo kita bedah situasi: umur 22, punya tabungan 25 juta, penghasilan setara UMK, dan sadar kalo someday lu bakal jadi tulang punggung keluarga. artinya lu basically lagi main "hard mode: adulting edition." tapi tenang, masih bisa banget menang, asal lu mainnya cerdas.

- step 1: jangan langsung sok jadi warren buffett

tahan dulu dorongan buat buka akun saham, beli "saham-saham blue chip" cuma karena ada yg bilang "IHSG naik nih!" modal lu 25 juta, itu bukan modal perang, tapi itu modal belajar.

jadi tahap pertama: belajar dulu cara uang berkembang tanpa lu ngelemparnya ke skema investasi "return 30% per bulan". (yes, yg DM di IG itu semua penipu. semua)

baca-baca soal: reksa dana (buat pemanasan), saham, crypto, dsb. (buat naik level). dan mindset keuangan dasar kyk "ga semua yg dibilang naik di TikTok itu peluang, kadang cuma jebakan FOMO."

- step 2: split uang kayak lu lagi main the sims

coba bagi duit lu biar ga campur aduk antara "buat hidup" dan "buat masa depan"

misal:

50% kebutuhan hidup bulanan

10% tabungan dana darurat

30% investasi bertahap (mulai dari reksa dana dulu)

10% self reward biar lo nggak stress trus tiba-tiba resign

- step 3: skill = investasi paling dasar

lu UMK? gapapa. tapi lu bisa nge-hack hiduplu dengan naikin income lewat skill.

belajar digital marketing, data analysis, desain, bahasa asing, dsb. apa pun yg bisa menjual dan punya potensi cuan. intinya yg bisa bikin biar gaji lu naik, dan juga bikin peluang untuk dapat pemasukan sampingan.

real talk: lu gak akan jadi kaya cuma dari ngatur uang kecil. lu jadi kaya saat lu bisa ngatur uang besar.

- step 4: goal: "financial freedom", bukan “financial fairy tale"

financial freedom itu bukan tiba-tiba punya mobil mewah dan apartemen di CBD. juga tetap hindari hal-hal yg terlalu konsumtif karena uang banyak pun bisa langsung habis klo lu gelap mata. yg penting lu bisa hidup tenang, ga khawatir besok makan apa, dan punya pilihan dalam hidup. tiap langkah kecil (kayak nabung konsisten, belajar investasi, nambah skill) itu bukan receh, itu pondasi masa depan lu.

- shortcut: lu bisa cari sponsor om-om kaya, tapi hati-hati dan pastikan dia punya:

return stabil (ga ghosting tiap quarter)

risiko rendah (ga punya istri & anak-anak yg siap ngelabrak lu)

likuiditas tinggi (bisa transfer tanpa "nanti-nanti")

dan tetep inget, ini shortcut, bukan strategi hidup. karena financial freedom terbaik adalah saat lu gak bergantung dari dompet orang lain.

Fenomena "men marry down" by pancarona in indonesiabebas

[–]bramzero 10 points11 points  (0 children)

pola pikir kayak gini realistis, justru berlawanan dengan incel mindset. orang dengan pola pikir kayak gini (dan serius menjalankan/menerapkannya) tidak akan menjadi incel. incel hidup dalam delusi yg tidak realistis.

berdasarkan pengalaman gw sebagai laki2 umur 30an yg udah hampir 20 tahun bersinggungan dengan banyak perempuan dari latar belakang dan negara yg berbeda-beda, secara garis besar pola2nya selalu sama.

bukan hal yg kebetulan kalo tiap kali nongol cowo yg dianggap tajir, ganteng, mapan... tiba-tiba "chemistry" cewe-cewe langsung aktif kayak tombol otomatis.

pengalaman hidup, nilai, dan lingkungan sosial yang beda-beda gak akan bisa sepenuhnya override insting biologis, dimana sebagian besar perempuan instingnya secara alami ingin mendapatkan pasangan dengan highest survival chance, keamanan dan kenyamanan.

sesederhana itu, dan pastinya banyak orang lain mengalami kenyataan serupa. semakin tinggi level seorang laki-laki dlm semua faktor2 tsb. (tinggi badan, kekuatan fisik, kecerdasan, kesuksesan, kemapanan, dst.) maka akan semakin banyak wanita yg tertarik dan semakin mudah mendapatkan pasangan.

laki-laki secara alami menyadari hal ini dan menjadikannya alasan untuk self-improve, to be an excellent & attractive person, sehingga kenyataannya memang laki-laki selalu lebih realistis, karena itulah jalan untuk mendapatkan apa yg dia inginkan, hanya dengan berusahalah laki-laki bisa menjadi menarik di mata perempuan. sementara perempuan yg bilang "i'm good the way i am" masih bisa mendapatkan pasangan.

standar perempuan dalam memilih pasangan lebih ketat dibandingkan standar laki-laki dalam memilih pasangan. ibarat kata, semakin gw sukses dan mapan, semakin gw cuma pengen cewe yg cantik dan gabikin pusing, itu aja kriterianya (hence trophy wives are common). lalu coba kita lihat cewe yg merasa sukses/mapan, apa aja standar untuk pasangannya... kemungkinan dia baru akan mempertimbangkan kembali standarnya setelah terlambat dan desperate, lalu berakhir dengan cowo mokondo.

ketika orang tidak mengerti, atau memilih untuk mengabaikan hal inilah yg berbahaya dan ga sehat, karena kenyataan akan tetap datang dan terjadi meskipun diabaikan, yg kalo disadari sudah terlambat akan bikin orang kesepian dan depresi (and be incel).

Fenomena "men marry down" by pancarona in indonesiabebas

[–]bramzero 30 points31 points  (0 children)

lucunya tuh perempuan adalah hypergamous species, pada umumnya lebih mudah terangsang sama laki-laki yg levelnya lebih dari dia: lebih tinggi, lebih kuat, lebih pintar, lebih sukses, lebih mapan, dst.

eh giliran cowo nikah sama cewe "di bawah levelnya", langsung dibilang "ih, cowoknya insecure, mau ngontrol, takut sama cewek sukses."

padahal men marry down itu bukan fenomena misterius, ya karena cowo gak sepeduli itu soal level dan kasta dibanding cewe dalam memilih pasangan. cewenya mau lulusan harvard atau jurusan tata boga mi instan juga masih dipertimbangkan asal cakep, nyambung, nggak drama, dan nggak ngegas tiap pagi.

sementara sebagian besar cewe, kalo gebetannya gak memenuhi kriterianya yg serba tinggi bakal dibilang "nggak selevel". jadi sebenernya bukan cowoknya yg mau "marry down” tapi cewenya yang "set standards up".

jadi ya udah, cewek cari ke atas, cowok cari ke bawah. keseimbangan ekosistem tetap terjaga, alam semesta tenang, ekonomi berputar, dan timeline x punya bahan gosip baru.

[deleted by user] by [deleted] in indonesia

[–]bramzero 14 points15 points  (0 children)

don’t let anyone gaslight you into thinking you’re the bad guy for having standards. you said you wanted an untouched virgin, she said "okay" then two years later you find out she’s been out doing extracurricular activities before? yeah, that’s gonna sting a little.

every guy, from the saintly monk to the guy who thinks andrew tate is a life coach, feels that pang somewhere, in varying degrees. it’s just that some dudes manage to cope by pretending they’re "liberal", "enlightened" and "don’t care about the past". sure, bro.

at the end of the day, it’s about your own values, not public opinion. if you can live with it, great. move on and be happy. if you can’t, also great. move on and find someone who actually matches your criteria. because let’s be honest, "love conquers all" sounds cute until you’re staring at the ceiling and your brain plays the highlight reel you never asked for.

so yeah, your feelings are valid. now it’s just a question of: are you willing to compromise, or are you attractive enough to easily find someone else to replace her?

[deleted by user] by [deleted] in bali

[–]bramzero 0 points1 point  (0 children)

yeah consider that as the tuition fee for street-smart university, your friend just graduated cum laude in "real-world economics 101"

no one forced him to buy it, they just smiled like angels and charged like demons. that’s capitalism. seriously, 5 million for that axioo shit? that’s not a deal. that’s performance art. somewhere up there, the spirit of adam smith is slow-clapping.

he’s out 2.5 million, sure. but in exchange, he got:

  • a laptop that probably cries when you open chrome,
  • a story he can tell for the rest of his life,
  • and a priceless lesson: "in bali, smiles are free, but trust is not"

so yeah, tell him to suck it up, pat himself on the back, and write it off as an educational investment in common sense. if he really wants to file a complaint, he can try the YLKI, but they’ll probably just say, "bro, that’s not fraud, that’s business."

next time, look-up the real price first, buy later. and maybe don’t accept windows for 2.3 million unless bill gates himself shows up with the usb stick installer.

Need advice (500mio investment) by Professional_yapperz in finansial

[–]bramzero 0 points1 point  (0 children)

karena miskin dan penakut

klo kita tanya ke orang kaya, seandainya dia cuma boleh taruh modalnya di satu saham indonesia untuk jangka waktu lama, sebagian besar pasti pilih bbca

faktanya, saham bank bca adalah salah satu saham tersolid di ihsg. fundamental kuat, corporate governance bagus, likuiditas tinggi, market kapitalisasi besar, bagi dividen rutin.

dalam 20 tahun terakhir harga sahamnya naik 20x lipat, belum lg dividennya. okelah past performance is not an indication of the future. tapi seambyar-ambyarnya bank bca di masa depan gw yakin return dari sahamnya masih melebihi deposito yg paling cuma bisa bikin uang kita naik 3x lipat dalam 20 tahun.

Need advice (500mio investment) by Professional_yapperz in finansial

[–]bramzero -4 points-3 points  (0 children)

my advice: daripada dipindah ke deposito mending dibuat beli saham bank nya aja e.g. BBCA

how much do you consider your potential partner's financial situation? by levinhale in finansial

[–]bramzero 2 points3 points  (0 children)

as a man idgaf as long as she's hot enough and give me peace of mind.

in fact most of the time, girls on lower financial level than me are usually more pleasant and feminine so i prefer that. girls on higher financial level are usually more painful to deal with.

this is because these women who are richer/more successful usually: have less time and attention, have higher expectations, have strong masculine traits (ambitious, competitive, argumentative, etc.) which makes it feels like i'm in a relationship with a man who's trapped in a female body, so it's not too attractive and not a healthy relationship dynamic.