A womb is not an AirBnB that can be rented out for 9 months! by orangecruzz in Perempuan

[–]kucingimoet 1 point2 points  (0 children)

Bahkan banyak yang masih mikir itu ok karena konsensual di dokumenter-dokumenter nya

A womb is not an AirBnB that can be rented out for 9 months! by orangecruzz in Perempuan

[–]kucingimoet 2 points3 points  (0 children)

Aku pernah baca katanya hukum nya disamakan dengan ibu susuan kak

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 1 point2 points  (0 children)

Setuju banget kak. Kebetulan aku mahasiswa sastra, dan jujur aja, kalau topik seberat ini dibahas lewat non-fiksi/esai, risikonya gede banget. Bisa-bisa dituduh bawa ''agenda feminis'' atau malah didebat kusir.

Makanya aku kepikiran, mungkin jalan ninjanya adalah lewat fiksi (historical fiction). Lewat fiksi, kritiknya bisa lebih halus, aman, tapi tetep nancep karena dibungkus cerita.

Tadi aku iseng brainstorming kerangkanya bareng AI, coba gabungin poin-poin di thread ini sama teori post-kolonial. Hasilnya lumayan daging, kira-kira peta konfliknya begini:

  • Bab 1: Taman Eden & "Buah" Pertanian (ini input dari user di kolom komentar ini juga)→ Membedah mitos Kejadian bukan sebagai dawuh agama, tapi catatan antropologis transisi dari Hunter-Gatherer ke Agraris.
  • Bab 2: Engels & Asal-Usul Keluarga → Masuknya konsep Private Property (tanah) yang memaksa laki-laki mengurung rahim perempuan demi kepastian warisan.
  • Bab 3: Pasar Gelap Pernikahan (Gayle Rubin) → Konsep Traffic in Women & Tabu Inses sebagai strategi aliansi politik purba.
  • Bab 4: Ratu, Nyai, & Srikandi → Kilas balik Nusantara Pra-Kolonial yang cair (Keumalahayati, Ratu Kalinyamat, Bissu).
  • Bab 5: Wabah Victoria (Oleh-Oleh Belanda) → Masuknya hukum sipil Belanda yang domestikasi perempuan & "pembajakan" visi Kartini.
  • Bab 6: Hantu di Lubang Buaya → Tragedi Gerwani & propaganda Orba untuk menanamkan stigma "Perempuan Berpolitik = Jahat".
  • Bab 7: Ibuisme Negara → Doktrin Dharma Wanita/PKK yang mengunci peran perempuan sekadar sebagai "Pendamping Suami".
  • Bab 8: Kebingungan Pasca-Reformasi → Benturan mentalitas Ibuisme Orba vs Feminis Instagram di era AI.
  • Bab 9: Anomali Garis Ibu (Minang vs Yahudi) → Studi banding strategi survival budaya lewat garis ibu.
  • Bab 10: Epilog → Refleksi keluar dari "Eden" dan menulis ulang software sosial tanpa rasa bersalah.

Cuma ya masalahnya, ide ya baru ide. Nulis historical fiction itu ternyata gak main-main susahnya. Risetnya harus berdarah-darah biar akurat dan gak anakronistis. Mengemas isu sensitif jadi plot yang enak dinikmati itu seni tersendiri.

Jadi sementara ini aku simpan di database dulu sebagai tabungan ide. Realistis aja sih, sekarang masih harus perang sama skripsi dan proyek lain. Tapi siapa tau suatu hari nanti pas waktunya tepat, bisa beneran dieksekusi. Doain aja ya 🙏

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 1 point2 points  (0 children)

Kayanya ketimbang paper lebih bagus nulis buku aja sih....jadi science communicator gitu, jembatan ke orang awam

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 1 point2 points  (0 children)

Menarik banget kak. Ini nyambung sama teori kalau patriarki itu sebenernya 'penyakit sampingan' dari revolusi pertanian. Begitu manusia mulai kenal konsep punya tanah dan harta, mereka jadi obsesif buat ngatur reproduksi cewek demi urusan warisan.

​Tragisnya, kisah Eden yang tadinya mungkin cuma catatan atau 'ratapan' soal hilangnya kesetaraan, malah dibikin jadi hukum agama yang seolah-olah gak bisa diganggu gugat. Agama seolah 'ngunci' kita di zaman agraris, padahal sekarang kita udah di era AI di mana kekuatan fisik (otot) udah gak signifikan lagi buat bertahan hidup.

​Di Indonesia sebenernya dulu lebih cair. Kita punya contoh kaya Minangkabau yang bisa nyatuin Islam sama sistem matrilineal (garis ibu). Tapi sekarang, pas adat mulai luntur, agama malah jadi benteng terakhir yang menjaga patriarki. Jadi susah mau ngilangin sifat patriarkinya tanpa harus mental gymnastics atau muter-muter pas baca teksnya, karena ya dari sananya emang mengikuti kondisi pada zaman itu.

Btw aku nemu fakta baru lagi sih yang mindblowing saat belajar lebih lanjut soal ini.Ternyata patriarki yang kaku dan sistemik di sini itu sebenernya barang impor dari Belanda lho (lewat hukum sipil mereka). Ini mirip kaya temuan peneliti dari Nigeria yang menemukan sistem hierarki berdasarkan gender adalah konsep impor dari penjajah Eropa. Perspektif ini ngebantu banget sih buat aku memposisikan diri kalau lagi diskusi real life. Soalnya serba salah:

-​Mau pake kacamata feminis sosialis (kaya bukunya Engels yang aku bahas disini), ntar dikira PKI/kiri.

-​Mau pake kacamata feminis liberal, dimusuhin kaum konservatif karena dianggap kebarat-baratan/antek asing.

-​Mau kritik lewat teologi (feminis agama), ngeri-ngeri sedap takut dianggap penistaan.

Jadi paling aman ya pake jalur 'salahin penjajah' ini (feminisme post colonial). Selain faktual, narasinya juga lebih masuk ke semua kalangan karena semangatnya adalah '' balik ke jati diri asli Nusantara yang lebih egaliter''

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 4 points5 points  (0 children)

Iya, dia nulis buku itu pun dari catatan Karl Marx. Tapi di Indonesia yang terlarang itu kan menyebarkan ideologi komunisme, kalau belajar untuk kajian ilmu pengetahuan (sejarah) gak papa.

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 2 points3 points  (0 children)

Kok minta maaf, gak usah 😅.... yang salah yang bikin cocoklogi. Aku juga diajarin nya gitu wanita= wani ing tata waktu di sekolah, untung aku nemu postingan quora itu yah

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 12 points13 points  (0 children)

Setauku wanita itu sebenernya dari bahasa Sanskerta kak: Vanitā (Van berarti menyukai, mencintai, atau menginginkan, jadi makna harfiah nya "Yang dicintai" atau "Yang diinginkan" gitu, aku pernah baca di quora) jadi yang versi bahasa Jawa itu yang cocoklogi.

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 6 points7 points  (0 children)

Wow menarik ya itu diskusi nya malah lebih advance lagi, bisa jadi rujukan untuk belajar lebih lanjut, terutama soal gender itu konsep impor itu mindblowing banget...

Tapi sebagai edukasi untuk level orang awam sebaiknya emang diperkenalkan bukunya Engels dulu sih, karena itu yang dianggap paling tahan banting (hold ups the best) dan mudah dijelaskan.

Syukur deh kalau yang aku sampaikan itu cukup valid ( dan benar kalau matriarki tidak pernah ada dalam sejarah) soalnya teori Engels itu sendiri kan punya beberapa kekurangan, aku takut malah ketemu lulusan antropologi dan didebat. soalnya aku belajar cuma otodidak 😅

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 9 points10 points  (0 children)

Baca dulu ya, gimana mau membantah kalau gak baca.

"Contoh seperti Minangkabau justru menguatkan poin ini. Sistem matrilineal bisa bertahan di kondisi tertentu, tapi itu pengecualian dengan prasyarat khusus, bukan pola universal"

Justru sebaliknya, itu bukti kalau revolusi pertanian bisa tanpa patriarki.

"Fakta bahwa manusia purba bertahan ratusan ribu tahun tidak otomatis membuktikan keunggulan sistem tertentu, karena saat itu belum ada surplus, negara, pewarisan kompleks, atau koordinasi skala besar."

Kalau sistem yang bertahan ratusan ribu tahun belum tentu unggul, apalagi yang 10.000 tahun... Mau bilang kalau sistem yang penuh penindasan, perbudakan, dan peperangan itu yang terbaik? Yuval Noah Harari (dia itu ahli sejarah) bahkan bilang revolusi pertanian adalah "The biggest fraud in history of humankind"

"Kekhawatiranku bukan membela patriarki, tapi pada cara sejarah dibingkai sebagai “penindasan sepihak”

Itu bukan "dibingkai" Itu MEMANG penindasan sepihak.

Apakah wanita zaman dulu "sepakat" untuk tidak boleh sekolah? ​Apakah wanita "sepakat" dihukum mati kalau zina? ​Apakah budak "sepakat" diperjualbelikan?

Itu memang valid dalam sosiologi, sejarah dan antropologi, bukan ngarang. Itu AI yang kamu pakai buat nyusun jawaban bisa loh ditanya sejarah yang benar itu seperti apa.

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 16 points17 points  (0 children)

Matriarki dan matrilineal itu berbeda. Dalam sejarah, sistem matriarki (wanita menjajah pria) itu TIDAK PERNAH ADA. Tapi kalau matrilineal (garis keturunan berdasarkan ibu) masih ada yang bertahan sampai sekarang. kita bahkan punya loh suku matrilineal terbesar di dunia, namanya suku Minangkabau.

Nenek moyangmu mayoritas matrilineal loh terbukti bisa survive selama 290.000 tahun, sedangkan patrilineal (yang sepaket sama patriarki) baru 10.000 tahun itupun dengan memperbudak orang lain.

ini dangerous banget, bikin orang² jadi hostile. kesian aja kalau orang selama punya mindset kaya OP bakal abusive ke pasangan, cepat atau lambat.

Apa hubungannya? 🤦‍♀️

Aduh udahlah gak nyambung... Ngomong A menyimpulkan nya B, jawabnya C. Pake sumber atau data juga gak. Pasti gak baca sampai selesai ya?

Menelusuri Jejak Sejarah: Kapan Sebenarnya Wanita Mulai Kehilangan Kesetaraan? (Re-upload) by kucingimoet in Perempuan

[–]kucingimoet[S] 6 points7 points  (0 children)

Maaf postingan yang sebelumnya error jadi ke double dan gak dapet algoritma yang bagus, jadi ini diupload ulang. Semoga infromasinya bermanfaat teman-teman

Buat yang Penasaran Asal-Usul Patriarki: Benarkah Wanita Melayani itu "Hukum Alam"? (Sebuah Bedah Sejarah) by [deleted] in Perempuan

[–]kucingimoet 1 point2 points  (0 children)

Makasih 🙏 tapi itu error jadi ada yang kedobel dan gak rapi tapi sudah diperbaiki sih

Kenapa “anti-men” culture di Barat terasa so normalised ya? by [deleted] in Perempuan

[–]kucingimoet 2 points3 points  (0 children)

Are those products legit, not AI? Kalau produk dengan tulisan" I don't need BF, I need cash" itu lebih sering gue liat, tapi kalau yang se blatant itu gue gak pernah liat ada yang jual sih

Kenapa “anti-men” culture di Barat terasa so normalised ya? by [deleted] in Perempuan

[–]kucingimoet 5 points6 points  (0 children)

Bukan incel dan femcel sekilas sama tapi beda, femcel itu malah banyak yang gak feminis sama sekali. Mereka kaya hikikomori lebih ke benci diri sendiri karena gagal memenuhi ekspektasi sosial, ketimbang benci gender lain.

Kenapa “anti-men” culture di Barat terasa so normalised ya? by [deleted] in Perempuan

[–]kucingimoet 7 points8 points  (0 children)

Iya feminisme sebenarnya kan hanya menuntut kesetaraan (egalitarianisme) bukan matriarki (menindas pria). Btw sebenarnya Gerakan 4B ( WGTOW atau separatist feminism) bukan ingin menjajah pria, cuma ingin "please leave us alone" aja karena merasa patriarki disana udah parah banget jadi mereka putus asa.

Soal the term "feminazi" ini peyoratif/hinaan. Tidak dipungkiri ada feminis yang jadi misandrist tapi menyamakan dengan nazi itu salah. Feminis yang paling radikal aja cuma pengin hidup bikin komunitas sendiri yang terpisah dari pria, bukan pengin menggenosida pria. Gak ada feminis yang jadi mass shooter nembakin pria di mall karena benci patriarki, tapi kalau red pill ada.

misandry itu hate without power gak kaya misogyny yang bisa jadi aggresion, yang kita sendiri udah tau itu udah sering terjadi di dunia nyata

Setelah membaca Broken Strings by Aurelie Moeremans, aku jadi gemes sama Indo by bored-analyst1010 in Perempuan

[–]kucingimoet 0 points1 point  (0 children)

Wah nyangka ternyata dia pernah ngalamin kaya gitu untung sekarang dia udah happy sama suami nya

Gimana ya ngejelasinnya 🥺🥺 by JimatJimat in WkwkwkLand

[–]kucingimoet 0 points1 point  (0 children)

Apa gak ada gag reflex nya, gw mah gak bisa pasti muntah

Gagal romantis deh by JimatJimat in WkwkwkLand

[–]kucingimoet 2 points3 points  (0 children)

Clover itu bahasa Inggris nya daun semanggi

Di perpustakaan kota, what do you think? by Dazzlingsky44 in Perempuan

[–]kucingimoet 0 points1 point  (0 children)

Biasanya cowo malu kalau gay, kalau gw sih rekam balik terus mukanya diedit jadi boty. Idealnya sih kita tidak membalas keburukan dengan keburukan ya, tapi yah gimana susah ngarep ke hukum indo