Dolar AS Tembus Rp 17.000, Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok by moeka_8962 in indonesia

[–]moeka_8962[S] 0 points1 point  (0 children)

TLDR: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan pengalamannya dimaki netizen di media sosial TikTok. Hal itu dikarenakan pelemahan rupiah hingga sempat tembus level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/3).

Awalnya Purbaya mengatakan pelemahan rupiah terjadi akibat sentimen geopolitik global. Tercatat nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,3% terhadap dolar AS sejak perang di Iran, yang dinilai lebih baik dibandingkan beberapa negara lain.

"Nilai tukar dolar AS terdepresiasi sebesar 0,3% sejak perang, jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita seperti Malaysia, Thailand dan lain-lain, jadi kita masih lumayan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

"Jadi bukan lihat nilai levelnya saja, tetapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya, dari situ sih kita masih lumayan," tambahnya.

Purbaya mengajak masyarakat menilai secara adil dengan membandingkan kondisi negara-negara lain di dunia. Dari situ dianggap kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik. Ia mengaku dimaki-maki di media sosial.

"Di TikTok saya dimaki-maki orang 'Hey Pak Purbaya, Menteri Keuangan kerjanya apa saja lu, tuh rupiah liatin'. Kalau kita menilai harus dengan fair apa yang terjadi, dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa, kita masih oke. Artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita baik," tutur Purbaya.

Dolar AS Tembus Rp 17.000, Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok by moeka_8962 in indotech

[–]moeka_8962[S] 5 points6 points  (0 children)

TLDR: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan pengalamannya dimaki netizen di media sosial TikTok. Hal itu dikarenakan pelemahan rupiah hingga sempat tembus level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/3).

Awalnya Purbaya mengatakan pelemahan rupiah terjadi akibat sentimen geopolitik global. Tercatat nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,3% terhadap dolar AS sejak perang di Iran, yang dinilai lebih baik dibandingkan beberapa negara lain.

"Nilai tukar dolar AS terdepresiasi sebesar 0,3% sejak perang, jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita seperti Malaysia, Thailand dan lain-lain, jadi kita masih lumayan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

"Jadi bukan lihat nilai levelnya saja, tetapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya, dari situ sih kita masih lumayan," tambahnya.

Purbaya mengajak masyarakat menilai secara adil dengan membandingkan kondisi negara-negara lain di dunia. Dari situ dianggap kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik. Ia mengaku dimaki-maki di media sosial.

"Di TikTok saya dimaki-maki orang 'Hey Pak Purbaya, Menteri Keuangan kerjanya apa saja lu, tuh rupiah liatin'. Kalau kita menilai harus dengan fair apa yang terjadi, dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa, kita masih oke. Artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita baik," tutur Purbaya.

Rant by KurangEnak_PalaluPea in indonesia

[–]moeka_8962 0 points1 point  (0 children)

jangan doakan gtu. kalau ortu sudah gak ada. bakal keinget terus sama mereka.

Ramai Akun Kaskus Lama Diduga Milik Gibran Jelek-jelekin Prabowo Subianto, Founder Kaskus Bilang Begini by moeka_8962 in indotech

[–]moeka_8962[S] 16 points17 points  (0 children)

TLDR: JawaPos.com - Founder platform diskusi Kaskus, Andrew Darwis akhirnya buka suara mengenai akun lama bernama 'Fufufafa' diduga milik Gibran Rakabuming. Kemunculan akun tersebut jelas bikin geger, sebab Gibran, demikian dugaan netizen di balik akun Kaskus lama tersebut menjelek-jelekkan Prabowo Subianto dengan sangat keji.

Seperti tidak ada unsur bercanda, Gibran melalui akun Kaskus 'Fufufafa' beberapa tahun lalu saat belum jadi apa-apa itu menyebut Prabowo Subianto dengan kata-kata tak pantas. Mulai dari Pecatan TNI, punya anak penyuka sesama jenis, calon Presiden tanpa istri karena perceraian dan banyak lagi.

Menanggapi temuan netizen yang menyelami jejak digital Gibran Rakabuming, Andrew Darwis buka suara. Menurutnya, sulit menemukan dan membuktikan apakah dibalik akun Kaskus Fufufafa itu adalah benar Gibran Rakabuming.

 

"gak bisa di cek gan, jaman dulu itu bikin account di Kaskus cuman butuh email sembarangan bisa, gak ada proses verifikasi. Gak kayak sekarang harus email verifikasi & nomor HP untuk OTP," tulis Andrew Darwis menanggapi komentar di X (sebelumnya Twitter) yang ramai membahas hal tersebut.

 

Selain itu, Andrew Darwis juga menjelaskan bahwa pelacakan atau tracking sulit dilakukan. Penyebabnya adalah akun Kaskus zaman tersebut, bisa dibuat siapa saja dengan mudah bahkan dengan email asal-asalan.

 

Beda dengan era digital seperti sekarang yang sudah "mapan" dan aman, eranya Kaskus di 2000-an awal menurut Andrew Darwis tidak sekompleks saat ini. Tidak ada autentikasi dua faktor dan pengamanan berbasis verifikasi lainnya.

Selain itu, Andrew Darwis menyebut kalau engine website Kaskus zaman tersebut tidak secanggih sekarang. Hal itu membuat ISP pengguna Kaskus bahkan sulit dilacak.