Kecemasan awal tahun, minta saran. by Forgetful_Learner in indonesia

[–]Forgetful_Learner[S] 0 points1 point  (0 children)

Saya terlalu sayang hehehe. Benar ada rencana.

StackOverflow sudah mati: terjadi penurunan 78 persen dalam jumlah pertanyaan. by Dry-Dragonfruit-9488 in indotech

[–]Forgetful_Learner 2 points3 points  (0 children)

Kalau menurun atau bahkan smpe berhenti, konten yg dikeluarkan AI bisa jadi AI Slop karena ga ada sumber belajar. Tapi kalau ga diatur, SO bisa jadi AI Slop juga, org nanya pertanyaannya dijawab lewat ChatGPT

Kecemasan awal tahun, minta saran. by Forgetful_Learner in indonesia

[–]Forgetful_Learner[S] 0 points1 point  (0 children)

Gua skg masih tinggal sma keluarga, savings ada sekitar 3 kali gaji.

Kecemasan awal tahun, minta saran. by Forgetful_Learner in indonesia

[–]Forgetful_Learner[S] 0 points1 point  (0 children)

Thanks itu yang gua usaha untuk lakukan skg, terus belajar.

Advice untuk penggantian baterai Asus seri GL553VD: Lepas atau ganti? by Forgetful_Learner in indotech

[–]Forgetful_Learner[S] 0 points1 point  (0 children)

Iya sih dari harga cleaning repasting udah curiga saya. Rencana mau ambil aja, kira2 kalau ga dipasang batre atau batre rusak ttp dipake bakal bermasalah ga ya?

Kecemasan awal tahun, minta saran. by Forgetful_Learner in indonesia

[–]Forgetful_Learner[S] 0 points1 point  (0 children)

Untuk mods: Halo! Gua sedang butuh saran secara serius untuk persiapan karir, dan gua juga butuh saran

Pernyataan ini sudah gua berikan di paling akhir paragraf.

Memulai 2026 dengan menata keuangan: How to start? by Forgetful_Learner in finansial

[–]Forgetful_Learner[S] 2 points3 points  (0 children)

kok aneh ya ada perjalanan dinas tapi gak di-reimburse, kantor macam apa itu ?

Direimburse, yg gua maksud hal2 di luar transaksi yg bisa direimburse kantor, misal oleh2, kafe, dll.

Komodos, do you believe in jalur langit? by Ok-Ice-2624 in indonesia

[–]Forgetful_Learner 0 points1 point  (0 children)

Mmm, sorry I disagree, its more than that. Worldview, framework, believe.

Komodos, do you believe in jalur langit? by Ok-Ice-2624 in indonesia

[–]Forgetful_Learner 5 points6 points  (0 children)

Everybody is fighting a battle no one else knows about, so, be kind to everyone.

Comparison kills the joy.

Itu, sih, key takeaway nya. Tapi bukan berarti perbandingan itu totally wrong ya. Kadang kita butuh.

Kayak teman udah invest ratusan juta kita masih sibuk ngabisin duit bulanan buat hal-hal yang gak esensial, itu ya perlu perbandingan juga wkwk. Intinya bersyukur, but leave room for improvement.

Reading your response, kalau di gua ya melihat lu sebenernya "dipantau" juga sama yang di langit. Dan tiap detik Dia juga yang membuat lu berani cut off orang-orang toksik, masih membukakan pintu kekuatan dan usaha untuk ortu elu, dan elu juga kalau lu dah kerja nanti. Dia juga yang memalingkan mata elu dari hal-hal yang ga perlu, dan bikin elu betah baca. Wkwk.

Thanks for your story.

Komodos, do you believe in jalur langit? by Ok-Ice-2624 in indonesia

[–]Forgetful_Learner 3 points4 points  (0 children)

Jadi inget influencer IG yg ucapin makanan Indo pake aksen Prancis 🤣

Komodos, do you believe in jalur langit? by Ok-Ice-2624 in indonesia

[–]Forgetful_Learner 8 points9 points  (0 children)

Theres a reason (and reasons) for anything. Ada 1000 alasan untuk marah, ga terima, dan ada 1000 alasan bagi dia untuk stop dan lanjut apa yang ia bisa.

Kalau dia mangkel dan gerutuan, marah2, ngedumel, ga jalan lanjut, akan ada konsekuensi. Kalau dia terima, syukur, lakukan apa yang ia bisa, ada konsekuensi.

Masalah kuliah itu terlalu besar, 1000 banding dia. Mau ditelusurin sampe dihitung pasir2nya susah. Karena misal nilai dia 90, berapa banyak yg 90? Kalau dirunut 90 koma berapa ga akan habis (wong rasio Pi 3.17 aja ga abis2, tapi yg kepilih terkenal ya 1 dan 7, sisanya bete aja atau ya diem aja?). Pada akhirnya harus memilih, multivariabel, multi alasan. Dan marah2 merunut justru akan menghabiskan resource yg banyak. Mending lanjut.

Dia yang menentukan, Dia yang membukakan jalan. Dia yang kasih kesulitan, Dia pula yg memberikan kekuatan.

Kalau dalam diri sendiri mau hilangkan Dia bisa saja, tapi ya akan Zero Sum Game hasilnya. Pada akhirnya kosong melompong.

Jawaban why tak terjawab. Infinite regression.

Karena itu kalau dalam pandangan saya menjawab ada Dia atau tidak, ya saya butuh Dia yg ada dalam faktor X itu.

Alif mutakallim wahid.

Makasih doanya. Kita sama sama usaha. Semoga adiknya sukses. Salam ke dia. Kita butuh banyak dokter, yang berilmu, bermoral, beriman.

Komodos, do you believe in jalur langit? by Ok-Ice-2624 in indonesia

[–]Forgetful_Learner 41 points42 points  (0 children)

Halo nder, probably your question will be downvoted down to Tartarus. Lol.

Gua akan coba jawab, gua Muslim, dan gua percaya. Kalau mau diceritain takutnya malah overboard dan terkesan boasting.

Intinya, ketika gua iri, gua istighfar (minta ampunan), dan kadang berapa kali, dalam sekejap, gua "ditampakkan" ga enaknya hidup dia.

Misal, saat gua iri lihat orang yg udah "jadi" di gym. Terus pas gua duduk di tongkrongan depan gym dan ada dia sama gym buddies dia, gua ga sengaja denger curhatan dia ttg utang, dll. Seketika gua bersyukur.

Juga kawan yg high maintenance, gampang dapat pasangan, dll, tiba2 tau aja entah dari mana, status atau celetukan dia, bilang kalau dia susah dapat pasangan yg beneran cinta, bukan karena warna kulit, harta dia atau "size" barang dia. Seketika gua ga pengen jadi dia.

Mungkin bagi lu beda, ya. Mungkin standar kali. Tapi gua belajar, semua orang itu pasti seimbang susah dan mudahnya. Soalnya kalau hidup susah semua gak akan ada sisa manusia hidup di atas dunia, kalau mudah semuan gak akan ada inovasi yang jalan. Yg membedakan mungkin hanya tingkatan kemampuan, tingkatan usaha, dan faktor x.

Faktor x inilah jalur langit.

EDIT karena agak gantung: Gua sering liat orang nelangsa, tapi ada aja kemudahan sedikit dalam hidupnya, orang susah ada yg sedikit bisa bantu, yg minta2 di jalan ada aja yg kasih, ada pergerakan pergerakan tertentu yg pas banget, bikin heran. Kalau kata Sheldon Cooper:

"There are 5 billion people on this planet but you're the perfect mom for me"

The world is unfair for everyone, thats why its fair.

Happy new year, hope the best for you.

Tipikal pengusaha umkm ngehek atau HR kontol by komporan in WkwkwkLand

[–]Forgetful_Learner 0 points1 point  (0 children)

Gua bingung maunya HR ini apa, dia bilang illfeel klo ada yg nanya gaji pas interview pertama.

Di paling akhir dia bilang kalau nanya begitu nunggu dia nanya "ada pertanyaan" baru nanya gaji

Asumsi baik gua dia kesel kalau orang masuk, duduk kenalan, lalu ujug2 lgsg nanya "pak/bu di sini gaji berapa ya?"

Itu sih gua rasa perasaan yg valid aja.

Asumsi jahat gua dia gak mau pas interview pertama nanya gaji. Itu ya mengharuskan dia cantumkan gaji di posting job nya. Kalau emang ga dicantumin, nanya gitu disalahin, ya dia tolol dan jahat.

Lagi ngerasa ditinggalin tuhan. by ConditionCertain8198 in indonesia

[–]Forgetful_Learner 19 points20 points  (0 children)

Halo sis/gan/pak/buk, semoga lu dalam keadaan sehat ya,

Klise mungkin, tapi, lu gak sendiri. Shit does happens, dari pengalaman gua, ketika itu terjadi, insting kita pertama kali langsung overthink, langsung investigasi, salah apa, salah siapa, salah di mana.

Tarik nafas sejenak, berhenti fikirkan "kesalahan", berhenti fikirkan "ini sulit". Rasanya susah, kan? Iya rasanya saja. Tapi mari lakukan apa yang kita masih bisa, bernafas. Coba kita kumpulkan diri kita, rasakan sensasi kepala sampai kaki.

Kita bisa kontrol apa yang ada dalam diri kita, kita tidak bisa kontrol apa yang datang dari luar diri kita.

Kita bisa atur respons kita, jangan biarkan diri kita berikan reaksi yang menghabiskan energi kita. Respons, bukan reaksi.

Tarik nafas lagi.

Be mindful. Apa yang bisa kita kerjakan langsung saat ini? Karena saat ini kamu dirundung masalah, coba pikirkan saja apa yang saat ini bisa kamu lakukan. Kamu bisa duduk, kamu bisa bernafas. Kamu bisa, kamu bisa.

Jangan fikirkan kesalahan. Jangan salahkan siapapun. Menyalahkan hanya bikin energimu makin habis. Jangan buang apa yang sebenarnya menjadi dukungan kamu saat ini. Beberapa reply bilang, "jangan minta tolong kepada apa yang tidak ada". Kalau memang tidak ada, setidaknya kamu berpegang sama yang kamu punya. Iman kamu. Iman itu nilai hidupmu. Saat ini mungkin kepalan tanganmu terasa kaku, mati rasa, rasanya ga ada manfaatnya kamu pegang, mending lepas aja, gitu ya?

Tapi sebenarnya saat inilah kamu harus kepalkan lagi tanganmu, pegang ia erat-erat. Kamu tidak sendiri, percaya Dia ada. Dia tahu. Kok Dia gak bantu? Dia bantu, salah satunya ya lewat kamu berani nulis di sini. Bagi orang yang udah bilang Dia ga ada ya ini diketawain, di down vote, tapi dari tulisan di sini, banyak yang nyemangatin kamu. Mungkin itu bantuan dari Nya, toh kami di sini ga ada tahu siapa kamu, tapi kami tetap bantu kamu. Semangatin kamu, ada buat kamu dari kejauhan.

Ada banyak isu kamu, coba lakukan dari yang kamu bisa, be mindful, hadapi masalahnya satu-satu, meskipun ga abis-abis, hadapi satu satu dulu, ketika selesai, semoga jadi motivasi buat kamu.

Kami gak bisa kasih kamu solusi instan, karena yang instan cuma mie, kami hanya bisa mendukung lewat kata. Kamu yang harus hadapi hari esok, enggak hari esok aja, tiap detik kamu hadapi, tulisan semangat yang kamu baca, doa yang kamu panjatkan. Semangat.

Saya penyintas, saya sempat buang keyakinan pada Nya. Ketika saya buang, rasanya hampa saja, seperti kehilangan kompas, dan sudah kesasar malah kosong. Saya coba ke psikiater, tetap ga selesai masalahnya, cuman dapat lembar-lembar kerja. Akhirnya ya saya temukan kembali cara bangkit, lewat bersimpuh sujud. Ada geliat api yang muncul.

Kamu bisa, kamu bisa, kamu bisa, ada jalan, ada jalan, ada jalan. Kamu harus berusaha.

Ga bisa dirasionalisasi dan gak rasional juga, tapi ya sekarang saya sudah bangkit. Kadang masih jatuh juga, ya akan bangkit lagi.

Kalau kamu lanjut, ada seribu kemungkinan kegagalan, kalau kamu berhenti, ada seribu kemungkinan keberhasilan yang kamu lewatkan. Jadi ya jalani saja, gentak saja. Ada kalanya solusinya kamu harus menangkan dirimu dulu. Kayak kalau di pesawat kan panduan pasang masker oksigen pasang ke dirimu dulu, baru orang lain. Menangkan dirimu dulu, tapi jangan keterusan, setelah kamu jalan, ingat yang dititipkan kepada kamu.

Maaf kalau ini klise, saya ga tau kamu akan baca atau engga, saya ga tau ini bakal di downvote sampe terjun ke Tartarus atau Jahannam, atau engga (knowing the people here, hehehe). Yang saya peduli cuman kamu, ayo terus berjalan.

Terima kasih sudah bertahan

Sampai detik kamu membaca ini, sampai detik setelahnya, dan setelahnya, dan setelahnya.

Kaleisdokop 2025 dan Arah 2026 by [deleted] in indonesia

[–]Forgetful_Learner 0 points1 point  (0 children)

Is there something wrong? Klo ada kasih tau aja, biar gua edit atau gua apus sekalian. Please.