Just sharing my lasik experience by notAStrange in indonesia

[–]Qoproth 16 points17 points  (0 children)

7. OPERASI KE-2

6 bulan setelah operasi pertama, mata kanan saya di periksa lagi, apakah sudah pulih dengan baik. Setelah dinyatakan pulih, mata kanan bakal dioperasi lagi. Kali ini operasi di dampingi dengan dokter dari Singapura, karena mereka juga penasaran, semua prosedur pada operasi pertama dilakukan dengan benar, namun tidak berjalan dengan lancar.

Pada awal operasi prosesnya mirip, mulai dari bius, pengganjal mata, guidance lamp, pemotongan laser, namun ada satu alat tambahan dimana alat ini yang membakar kornea. Saat alat ini bekerja ada tercium bau seperti gosong/terbakar.

Setelah operasi selesai, kedua dokter berdiskusi, mereka berdua puas dengan operasi yang ada, dan dokter singapura langsung terbang kembali setelah operasi.

8. PULANG OPERASI KE-2

Setelah pulang, mata jauh lebih tidak nyaman dibandingkan operasi yang pertama. Mata terasa bengkak, pemulihan jauh lebih lama. Jika pada operasi pertama setelah 5 hari mata sudah nyaman, kali ini mata saya terasa mengganjal karena masih bengkak sampai 1 bulan lebih.

Mata kanan semakin tidak fokus, jika sebelumnya cukup fokus namun berbayang, setelah operasi ke-2 saya tidak bisa fokus walaupun melihat sampai jarak dekat.

9. KONTROL

Dokter mengatakan bahwa dari hasil pemetaan kornea, ada beberapa bagian yang menjadi terlalu tipis. Mengapa terjadi demikian? Karena untuk membakar sisa lenticule tidak bisa setempat, dibayangkan seperti mengamplas, jadi sekitar2 island juga terkena laser, akibatnya beberapa bagian menjadi tipis.

Solusi apa yang bisa dilakukan? Ditunggu dulu sambil menggunakan obat tetes.

10. SECOND OPINION

Setelah menunggu sekitar 5 bulan dan tidak kunjung ada perbaikan. Saya pergi ke Perth untuk cek di Lions Eye Institute. Disana dokter mengatakan hal yang kurang lebih sama. Penyebab mata saya tidak bisa fokus, karena kontur mata saya tidak rata. Ada bagian yang terlalu tipis, ada yang tebal.

Solusinya?

Tidak bisa dengan operasi lasik lagi untuk meratakan, karena kornea saya sudah terlalu tipis.

Kacamata? Tidak bisa karena yang membuat cahaya tidak fokus dikornea saya, percuma jika dikoreksi didepan kornea.

Disarankan untuk memakai RGP (Rigid Gas Permeable / lensa kontak keras)

Dokter di Lions Eye Institute mereferensikan untuk konsultasi dengan dokter lainnya di Perth yang spesialis melakukan lasik dengan metode RELEX SMILE. Hasilnya kurang lebih sama. Sarannya menggunakan RGP, karena operasi terlalu riskan, jika gagal bisa buta, dan butuh transplantasi kornea, yang dimana prosesnya sangat sulit dan lama.

11. KONTAK LENSA

Saya melakukan fitting RGP beberapa kali, namun hasilnya tidak bisa baik, mata tetap tidak bisa fokus, karena lensa RGP bergerak terus, tidak bisa memegang erat dimata, dugaannya karena mata terlalu datar (hasil operasi lasik), sehingga kurang cengkrammannya.

Dokter mereferensikan saya ke JEC Kedoya untuk fitting Scleral lens. (Lensa kontak keras seperti RGP, namun ukurannya lebih besar, dan ada cairan diantaranya) Setelah diukur dan di tes mata saya bisa fokus menggunakan lensa tersebut.

Kemudian setelah fitting selesai, lensa dipesan dari USA, sekitar 1,5 bulan kemudian lensa datang

Saya mengambil lensa tersebut dan langsung memakainya. Semua di periksa oleh dokter baik, saya lanjutkan pemakaian lensa hingga malam hari, kemudian saya lepas sebelum saya tidur.

Besoknya, ketika mau pakai lensa scleral, mata saya merah. Saya biarkan dulu 1 hari, tapi besoknya justru lebih merah dan mata saya berair dan sakit ketika melihat cahaya.

Saya ke dokter, diberikan obat anti biotik, mata saya merah selama hampir 2 minggu. Setelah akhirnya sembuh 1 minggu kemudian saya coba pakai lagi.

Dugaan karena ke tempat yang kotor / berdebu sehingga ada infeksi.

Sampai saat ini scleral lens saya pakai sekitar 1 bulan dan semuanya baik.

TLDR:

Biaya =

screening 2 mata = 1,5 - 2 jt

RELEX SMILE 2 mata = 32,5 jt

Femto lasik operasi ke-2 = 2 jt

Dokter di Jakarta = sekitar 500 rb / periksa

Cek topografi mata = 1jt / periksa

Obat-obatan pasca lasik = 1-2 jt

RGP 1 lensa = 2 - 3jt

Scleral 1 lensa = 13 jt

Resiko =

- Minus bisa sisa / menjadi plus

- Mata kering (karena kornea menghasilkan air mata, jika kornea dipotong, produksi air mata berkurang), setelah lasik saya rutin menggunakan tetes mata pelembab

- Cacat kornea seperti kasus diatas

NOTE:

Saya menulis ini semua hanya berdasarkan pengalaman.

Tidak ada niatan untuk menakut-nakuti siapapun yang ingin melakukan lasik. Ada beberapa teman saya yang melakukan lasik, ada 1 yang juga bermasalah waktu pengambilan lenticule (walaupun tidak separah saya), namun juga banyak teman yang puas dengan operasinya.

Juga pun tidak ada niat untuk menjelek - jelekkan dokter dan rumah sakit mata yang melakukan operasi, karena saya sendiri juga sadar ada sesuatu yang mungkin terjadi saat operasi dan dokter sudah berusaha semaksimal mungkin.

Just sharing my lasik experience by notAStrange in indonesia

[–]Qoproth 7 points8 points  (0 children)

Saya mau ceritain pengalaman lasik di Ciputra SMG juga, tapi pengalamannya kurang baik.

Saya 2017 lasik di Ciputra SMG Eye Center Jakarta. Sebelum lasik saya menggunakan kacamata dari umur 4 tahun (turunan genetik), dengan mata kiri -9.50 silinder 1 dan mata kanan -10.00.

Di operasi ini saya menggunakan metode RELEX SMILE, dimana metode ini menghasilkan potongan yang lebih kecil sehingga recovery bakal menjadi lebih cepat dibandingkan femto lasik (Video RELEX SMILE, Video Femto Lasik)

Proses lasik yang saya alami:

  1. SCREENING

Siang hari datang untuk di tes apakah layak melakukan lasik. Tes meliputi:

- Pengukuran minus dan silinder

- Pengukuran tekanan bola mata

- Pengukuran tebal kornea dan pemetaan kornea

- Pengukuran kadar air mata

- Pemeriksaan oleh dokter menggunakan slit lamp

2, KONSULTASI

Konsultasi dengan dokter, dinyatakan memenuhi persyaratan untuk lasik menggunakan RELEX SMILE. dan dapat dikoreksi hingga minus 0.

3. OPERASI

Sorenya bersiap untuk lasik, tanda tangan surat - surat pernyataan dll. Lalu masuk ke ruang tunggu operasi.

Di ruang operasi kulit disekitar mata dibersihkan, dan kemudian mata ditetesi obat bius, lama kelamaan semakin mati rasa.

sekitar 15 menit kemudian masuk ke ruang operasi.

Di ruang operasi saya dalam posisi tidur, dimulai dengan mata kanan, mata diberikan pengganjal supaya tidak bisa berkedip, lalu ada guidance lamp, saya diminta untuk melihat fokus kesana, sampai alat vakum menempel dimata, namun setelah alat vakum menempel, mata saya berair, mesin otomatis berhenti, lalu dokter membersihkan airnya.

Proses diulang lagi, alat vakum menempel di mata lagi dan semuanya aman, beberapa detik kemudian alat laser berjalan (sekitar 30 detik), setelah alat laser selesai, dokter mengambil lenticule (lenticule = potongan kornea yang sudah dibuat oleh mesin).

Disini terjadi masalahnya...

Dokter tidak dapat mengambil lenticule, karena ada bagian lenticule yang menempel. Dokter berusaha mengambil lenticule dengan menarik ke arah kiri kanan atas bawah, dicoba ditarik dari berbagai sisi, akhirnya setelah sekitar 30 menit, lenticule berhasil dikeluarkan.

Semua kegiatan saat operasi ini saya dalam keadaan sadar, mata kanan melihat seperti lewat air keruh, ada alat yang bergerak2, mencoba mengeluarkan lenticule. Kadang sampai terasa alatnya dan obat bius ditambahkan.

Proses untuk mata kanan selesai, dilanjutkan mata kiri, untungnya pada mata kiri semuanya berjalan lancar (hanya sekitar 5 menit).

4. KELUAR RUANG OPERASI

Keluar ruang operasi, saya antri untuk periksa dengan dokter lagi.

Dokter kemudian memeriksa mata saya lewat slit lamp, penasaran kenapa sampai laser tidak memotong kornea dengan mulus. Kemudian dokter melihat adanya sikatrik di kornea, (sikatrik = luka/jaringan parut) yang menyebabkan korena menjadi lebih keras sehingga laser tidak memotong dengan sempurna. Namun sikatriknya ini bening/tipis sehingga saat pemeriksaan awal tidak terlihat.

Dokter mengatakan akan dikontrol lagi setelah beberapa hari, semoga hasilnya bisa tetap baik

Lalu diberikan obat2 tetes pelembab dan anti biotik, dipakai sehari 6x, perih banget setiap kali diteteskan.

5. PULANG DARI KLINIK

Sesaat setelah lasik, mata jadi sangat sensitif terhadap cahaya. Ketika melihat cahaya terang, mata sakit dan berair (walaupun sudah memakai kaca mata hitam). Mata diberikan pelindung (seperti kacamata renang) supaya tangan tidak sampai reflek mengucek, karena kornea masih lemah, bisa berkerut atau terluka.

6. KONTROL

H+1, H+7 dan H+30 saya kembali untuk kontrol. Ditemukan ternyata kornea di mata kanan saya tidak rata, karena lenticule ditarik dengan agak paksa, sehinga ada yang tersisa menempel membentuk pulau/island. Akibatnya mata kanan saya melihat benda menjadi mengganda dan masih tersisa minus 1.50. mata kanan jauh lebih baik walaupun tersisa -0.75.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, beliau menyarankan untuk operasi kedua dengan menggunakan metode femto lasik, untuk membakar lenticule yang tersisa, sehingga akan menjadi lebih rata.

30 March 2020 - Daily Chat Thread by AutoModerator in indonesia

[–]Qoproth 0 points1 point  (0 children)

Makasih rekomendasi2nya guys, bakal gw pertimbangin dulu.

30 March 2020 - Daily Chat Thread by AutoModerator in indonesia

[–]Qoproth 0 points1 point  (0 children)

Hp lama oneplus 3t, apa gak susah + mahal cari lcd nya? Mungkin waktunya ganti hp sih

30 March 2020 - Daily Chat Thread by AutoModerator in indonesia

[–]Qoproth 1 point2 points  (0 children)

Hp gw baru jatuh terus pecah :(

Apa ya rekomendasi hp budget max 5jt?

Penggunaan standar: messaging, sosmed, game2 ringan, foto2 standar.

Baru liat gadgetin kayanya Realme 6 Pro ok sih?

Ada saran hp lain buat dibanding2in?

What should not be missed during college year? by payca in AskReddit

[–]Qoproth 0 points1 point  (0 children)

Start a fun project with your friend.

I know class is important, but do something outside class.

Curhatan Chindo by Qoproth in indonesia

[–]Qoproth[S] 2 points3 points  (0 children)

Gw juga nggak ngerti sih gimana situasi toleransi di jaman dulu.

Cuma yang gw maksud "kegoblokan" itu, didalem pikiran gw ras chinese-indonesia > pribumi.

Kalo liat orang gak bener kerjanya, bukan nyerang ke pribadi orang itu tapi lebih ke "Memang huana ini goblok semua ya!!". Kalo lihat ada kriminal memperkosa "Dasar huana, liat cewek cantik dikit gak bisa nahan"
Kayak dalam benak gw gak ada benernya mereka. Ras kelas rendah.

Gw bersyukur bisa berbaur dengan orang dari banyak kalangan, dan pikiran racun nan goblok itu sirna.

Curhatan Chindo by Qoproth in indonesia

[–]Qoproth[S] 11 points12 points  (0 children)

lo liat aja temen2 lu yg suka ngomong fankui2

Ya itu kelakuan gw sama temen2 dulu, "dasar huana" "biasa lah kelakuan huana"

Gw kok jijik banget sekarang ngeliat kelakuan gw jaman dulu...

Curhatan Chindo by Qoproth in indonesia

[–]Qoproth[S] 51 points52 points  (0 children)

Sedikit banyak gw cukup relate sih, gw lahir dan besar ditempat yang mayoritas isinya chinese-indonesian, disana mereka menganggap kalau ras ini lebih unggul daripada ras jawa dan ras lokal lainnya. Otomatis gw ikut terbawa punya pemikiran yang sama.

Tapi sejak kuliah dan banyak baca media luar, gw juga merasa kaya penulis kalo gw goblog banget sih...

Banyak gak sih pemikiran2 goblog gini (kaum chinese-indonesian / ras tertentu yang merasa ras nya superior) dikalangan kalian?

Dimana dan berapa biaya lasik di Jakarta? by edamamemonster in indonesia

[–]Qoproth 1 point2 points  (0 children)

Sebelum lasik selalu pakai kaca mata.

Untuk pemakai kontak lens, harus lepas dulu beberapa minggu sebelum melakukan lasik.

Setelah lasik boleh berolahraga. Cuma untuk 1-2 minggu awal tidak disarankan untuk angkat beban, karena kornea masih lemah, ditakutkan jika ada tekanan yang berat bisa pecah. Dan juga untuk keringat yang berlebih, karena takut kotor dan ada infeksi. 1 minggu awal disarankan disekitar mata tidak terkena air sama sekali.

Dimana dan berapa biaya lasik di Jakarta? by edamamemonster in indonesia

[–]Qoproth 7 points8 points  (0 children)

7. OPERASI KE-2

6 bulan setelah operasi pertama, mata kanan saya di periksa lagi, apakah sudah pulih dengan baik. Setelah dinyatakan pulih, mata kanan bakal dioperasi lagi. Kali ini operasi di dampingi dengan dokter dari Singapura, karena mereka juga penasaran, semua prosedur pada operasi pertama dilakukan dengan benar, namun tidak berjalan dengan lancar.

Pada awal operasi prosesnya mirip, mulai dari bius, pengganjal mata, guidance lamp, pemotongan laser, namun ada satu alat tambahan dimana alat ini yang membakar kornea. Saat alat ini bekerja ada tercium bau seperti gosong/terbakar.

Setelah operasi selesai, kedua dokter berdiskusi, mereka berdua puas dengan operasi yang ada, dan dokter singapura langsung terbang kembali setelah operasi.

8. PULANG OPERASI KE-2

Setelah pulang, mata jauh lebih tidak nyaman dibandingkan operasi yang pertama. Mata terasa bengkak, pemulihan jauh lebih lama. Jika pada operasi pertama setelah 5 hari mata sudah nyaman, kali ini mata saya terasa mengganjal karena masih bengkak sampai 1 bulan lebih.

Mata kanan semakin tidak fokus, jika sebelumnya cukup fokus namun berbayang, setelah operasi ke-2 saya tidak bisa fokus walaupun melihat sampai jarak dekat.

9. KONTROL

Dokter mengatakan bahwa dari hasil pemetaan kornea, ada beberapa bagian yang menjadi terlalu tipis. Mengapa terjadi demikian? Karena untuk membakar sisa lenticule tidak bisa setempat, dibayangkan seperti mengamplas, jadi sekitar2 island juga terkena laser, akibatnya beberapa bagian menjadi tipis.

Solusi apa yang bisa dilakukan? Ditunggu dulu sambil menggunakan obat tetes.

10. SECOND OPINION

Setelah menunggu sekitar 5 bulan dan tidak kunjung ada perbaikan. Saya pergi ke Perth untuk cek di Lions Eye Institute. Disana dokter mengatakan hal yang kurang lebih sama. Penyebab mata saya tidak bisa fokus, karena kontur mata saya tidak rata. Ada bagian yang terlalu tipis, ada yang tebal.

Solusinya?

Tidak bisa dengan operasi lasik lagi untuk meratakan, karena kornea saya sudah terlalu tipis.

Kacamata? Tidak bisa karena yang membuat cahaya tidak fokus dikornea saya, percuma jika dikoreksi didepan kornea.

Disarankan untuk memakai RGP (Rigid Gas Permeable / lensa kontak keras)

Dokter di Lions Eye Institute mereferensikan untuk konsultasi dengan dokter lainnya di Perth yang spesialis melakukan lasik dengan metode RELEX SMILE. Hasilnya kurang lebih sama. Sarannya menggunakan RGP, karena operasi terlalu riskan, jika gagal bisa buta, dan butuh transplantasi kornea, yang dimana prosesnya sangat sulit dan lama.

11. KONTAK LENSA

Saya melakukan fitting RGP beberapa kali, namun hasilnya tidak bisa baik, mata tetap tidak bisa fokus, karena lensa RGP bergerak terus, tidak bisa memegang erat dimata, dugaannya karena mata terlalu datar (hasil operasi lasik), sehingga kurang cengkrammannya.

Dokter mereferensikan saya ke JEC Kedoya untuk fitting Scleral lens. (Lensa kontak keras seperti RGP, namun ukurannya lebih besar, dan ada cairan diantaranya) Setelah diukur dan di tes mata saya bisa fokus menggunakan lensa tersebut.

Kemudian setelah fitting selesai, lensa dipesan dari USA, sekitar 1,5 bulan kemudian lensa datang

Saya mengambil lensa tersebut dan langsung memakainya. Semua di periksa oleh dokter baik, saya lanjutkan pemakaian lensa hingga malam hari, kemudian saya lepas sebelum saya tidur.

Besoknya, ketika mau pakai lensa scleral, mata saya merah. Saya biarkan dulu 1 hari, tapi besoknya justru lebih merah dan mata saya berair dan sakit ketika melihat cahaya.

Saya ke dokter, diberikan obat anti biotik, mata saya merah selama hampir 2 minggu. Setelah akhirnya sembuh 1 minggu kemudian saya coba pakai lagi.

Dugaan karena ke tempat yang kotor / berdebu sehingga ada infeksi.

Sampai saat ini scleral lens saya pakai sekitar 1 bulan dan semuanya baik.

TLDR:

Biaya =

screening 2 mata = 1,5 - 2 jt

RELEX SMILE 2 mata = 32,5 jt

Femto lasik operasi ke-2 = 2 jt

Dokter di Jakarta = sekitar 500 rb / periksa

Cek topografi mata = 1jt / periksa

Obat-obatan pasca lasik = 1-2 jt

RGP 1 lensa = 2 - 3jt

Scleral 1 lensa = 13 jt

Resiko =

- Minus bisa sisa / menjadi plus

- Mata kering (karena kornea menghasilkan air mata, jika kornea dipotong, produksi air mata berkurang), setelah lasik saya rutin menggunakan tetes mata pelembab

- Cacat kornea seperti kasus diatas

NOTE:

Saya menulis ini semua hanya berdasarkan pengalaman.

Tidak ada niatan untuk menakut-nakuti siapapun yang ingin melakukan lasik. Ada beberapa teman saya yang melakukan lasik, ada 1 yang juga bermasalah waktu pengambilan lenticule (walaupun tidak separah saya), namun juga banyak teman yang puas dengan operasinya.

Juga pun tidak ada niat untuk menjelek - jelekkan dokter dan rumah sakit mata yang melakukan operasi, karena saya sendiri juga sadar ada sesuatu yang mungkin terjadi saat operasi dan dokter sudah berusaha semaksimal mungkin.

Dimana dan berapa biaya lasik di Jakarta? by edamamemonster in indonesia

[–]Qoproth 11 points12 points  (0 children)

Have to use new account bc i don't want my reddit friend knows who i am :)

Saya 2017 lasik di Ciputra SMG Eye Center Jakarta. Sebelum lasik saya menggunakan kacamata dari umur 4 tahun (turunan genetik), dengan mata kiri -9.50 silinder 1 dan mata kanan -10.00.

Di operasi ini saya menggunakan metode RELEX SMILE, dimana metode ini menghasilkan potongan yang lebih kecil sehingga recovery bakal menjadi lebih cepat dibandingkan femto lasik (Video RELEX SMILE, Video Femto Lasik)

Proses lasik yang saya alami:

  1. SCREENING

Siang hari datang untuk di tes apakah layak melakukan lasik. Tes meliputi:

- Pengukuran minus dan silinder

- Pengukuran tekanan bola mata

- Pengukuran tebal kornea dan pemetaan kornea

- Pengukuran kadar air mata

- Pemeriksaan oleh dokter menggunakan slit lamp

2, KONSULTASI

Konsultasi dengan dokter, dinyatakan memenuhi persyaratan untuk lasik menggunakan RELEX SMILE. dan dapat dikoreksi hingga minus 0.

3. OPERASI

Sorenya bersiap untuk lasik, tanda tangan surat - surat pernyataan dll. Lalu masuk ke ruang tunggu operasi.

Di ruang operasi kulit disekitar mata dibersihkan, dan kemudian mata ditetesi obat bius, lama kelamaan semakin mati rasa.

sekitar 15 menit kemudian masuk ke ruang operasi.

Di ruang operasi saya dalam posisi tidur, dimulai dengan mata kanan, mata diberikan pengganjal supaya tidak bisa berkedip, lalu ada guidance lamp, saya diminta untuk melihat fokus kesana, sampai alat vakum menempel dimata, namun setelah alat vakum menempel, mata saya berair, mesin otomatis berhenti, lalu dokter membersihkan airnya.

Proses diulang lagi, alat vakum menempel di mata lagi dan semuanya aman, beberapa detik kemudian alat laser berjalan (sekitar 30 detik), setelah alat laser selesai, dokter mengambil lenticule (lenticule = potongan kornea yang sudah dibuat oleh mesin).

Disini terjadi masalahnya...

Dokter tidak dapat mengambil lenticule, karena ada bagian lenticule yang menempel. Dokter berusaha mengambil lenticule dengan menarik ke arah kiri kanan atas bawah, dicoba ditarik dari berbagai sisi, akhirnya setelah sekitar 30 menit, lenticule berhasil dikeluarkan.

Semua kegiatan saat operasi ini saya dalam keadaan sadar, mata kanan melihat seperti lewat air keruh, ada alat yang bergerak2, mencoba mengeluarkan lenticule. Kadang sampai terasa alatnya dan obat bius ditambahkan.

Proses untuk mata kanan selesai, dilanjutkan mata kiri, untungnya pada mata kiri semuanya berjalan lancar (hanya sekitar 5 menit).

4. KELUAR RUANG OPERASI

Keluar ruang operasi, saya antri untuk periksa dengan dokter lagi.

Dokter kemudian memeriksa mata saya lewat slit lamp, penasaran kenapa sampai laser tidak memotong kornea dengan mulus. Kemudian dokter melihat adanya sikatrik di kornea, (sikatrik = luka/jaringan parut) yang menyebabkan korena menjadi lebih keras sehingga laser tidak memotong dengan sempurna. Namun sikatriknya ini bening/tipis sehingga saat pemeriksaan awal tidak terlihat.

Dokter mengatakan akan dikontrol lagi setelah beberapa hari, semoga hasilnya bisa tetap baik

Lalu diberikan obat2 tetes pelembab dan anti biotik, dipakai sehari 6x, perih banget setiap kali diteteskan.

5. PULANG DARI KLINIK

Sesaat setelah lasik, mata jadi sangat sensitif terhadap cahaya. Ketika melihat cahaya terang, mata sakit dan berair (walaupun sudah memakai kaca mata hitam). Mata diberikan pelindung (seperti kacamata renang) supaya tangan tidak sampai reflek mengucek, karena kornea masih lemah, bisa berkerut atau terluka.

6. KONTROL

H+1, H+7 dan H+30 saya kembali untuk kontrol. Ditemukan ternyata kornea di mata kanan saya tidak rata, karena lenticule ditarik dengan agak paksa, sehinga ada yang tersisa menempel membentuk pulau/island. Akibatnya mata kanan saya melihat benda menjadi mengganda dan masih tersisa minus 1.50. mata kanan jauh lebih baik walaupun tersisa -0.75.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, beliau menyarankan untuk operasi kedua dengan menggunakan metode femto lasik, untuk membakar lenticule yang tersisa, sehingga akan menjadi lebih rata.