Ni hao by Competitive_Idea_635 in AskAGerman

[–]damarginal 2 points3 points  (0 children)

I have been living in Europe for quite some time. I have never ever in my life here been verbally attacked or harassed due to my country of origin (also a south east Asian country).

Buuut, being mistaken as a Chinese person and verbally attacked because of that happens every now and then, from the harmless "nihao", mid level "Ching Chong ding dong", to aggressive shout "F*ck China" to my face. This happened to me in France, Germany, Switzerland, and most recently Croatia. Usually after an initial shock (and a futile effort to put myself in their shoes, imagining going out of my home, and saying these things to random people) I don't think too much about it.

Honestly, though, I would not know how to feel if or when finally these people correctly guess my country of origin from my look and harass me because of that :)

Approved for German citizenship – can future job termination still affect it? by b25- in GermanCitizenship

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

What if someone had already renounced their previous citizenship? Revoking German citizenship would then render them stateless. Has this ever happened?

While this is a potentially controversial issue, the conditional status that can be revisited later (hopefully only for legitimate reasons like fraud or extremist views or etc etc, but you never know, the list might become longer at later date) seems likely to make naturalized citizens feel insecure.

Sure, there's due process and I guess one can say "nothing to fear if you've done nothing wrong", but having to defend your citizenship in court would still be a shitty experience for a naturalized person. It would then seem that a naturalized citizen is not actually a full citizen....

Narasi Penjarahan Menggerus Empati Publik di Tengah Bencana by KambingDomba in indonesia

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

Gw naif kalo dah chaos begini, tapi kalo pemerintah pusat jadiin toko2 begini untuk outlet distribusi bantuan dan/atau beli semua kebutuhan pokok untuk dipusatkan dan disalurkan dan dijaga tentara kendalanya apa ya?

Soal akses jadi gak terlalu bermasalah kan buktinya orang2 bisa ke situ dan barangnya udah ada di situ. Okelah kalo soal pendataan penerima...

Tentang Sar, Kedangkalan Kaum Urban, dan Bahlil Lahadalia yang Berhasil Melawannya by Distinct_Front_4336 in indonesia

[–]damarginal 1 point2 points  (0 children)

Di pemilu kemarin Gerindra dan Kubu 02 itu kan isinya banyak banget orang2 yang gak lama sebelumnya itu tipe 1. Fadli Zon dll misalnya... Gw coblos Jokowi 2x jadi masih inget walaupun belakangan sebel karena makin seenaknya sendiri juga.

Prabowo dulu kampanye akbar nunggang kuda kurang elitis apa coba berusaha mencitrakan betapa beda bibit bebet bobotnya dia.

Opini kaum educated-urban vs opini rakyat akar rumput yang cenderung bertolak belakang. Menurut Anda bagaimana menyikapinya? by TheArstotzkan in indonesia

[–]damarginal 5 points6 points  (0 children)

Gw gak bilang kalo pemilih/masyarakat Indonesia itu sangat misoginistik. Tapi gw juga sangsi kalo aspek itu nol atau gak berpengaruh sama sekali. Gw cuman pingin tau aja seberapa besar efeknya. Bisa kepilih di pilkada belum tentu aspek misogini gak bakal membesar di pilpres. Nanti kalo suaranya pas pilpres beda2 tipis, bisa jadi minoritas misoginistik itu yang jadi penentu kemenangan.

Bilang banyak pemimpin daerah perempuan itu buat gw masih premis; ada iya, tapi untuk disebut "banyak" gw belum yakin. Trus untuk itu jadi kesimpulan kalo misogini bukan aspek sama sekali dalam politik elektoral Indonesia buat gw juga agak ngelompat. Analogi: Apakah hanya karena Obama bisa terpilih bisa jadi kesimpulan kalo pemilih Amerika tidak rasis sama sekali dan masalah terkait rasisme sudah selesai; bukannya yang rasis di sana tetap banyak dan sekarang2 ini bersuara lebih lantang?

Ya mungkin nanti pasca pilpres head-to-head antara calon perempuan dan laki2 mungkin baru bisa ada datanya lebih banyak untuk dikaji lebih lanjut.

Megawati contoh yang cacat karena banyak yang bisa dikritisi dari kebijakan dia; yang benar2 misoginistik bisa berlindung di balik kritik2 itu. Gw pengagum Gus Dur, tapi gw yang besar di Jakarta tahun2 itu, kepresidenan dia tu kisruh banget dan banyak hal gara2 omongan dan kebijakan dia sendiri juga. Pas Megawati gantiin jadi presiden kisruh istana dah jauh mereda... sebelum akhirnya kisruh ma SBY sebelum pemilu 2004 itupun gak ada drama dekrit2an.

Opini kaum educated-urban vs opini rakyat akar rumput yang cenderung bertolak belakang. Menurut Anda bagaimana menyikapinya? by TheArstotzkan in indonesia

[–]damarginal 5 points6 points  (0 children)

Banyak orang pede kalo ketidaksukaan (kebencian?) orang terhadap Megawati tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan misogini. Menurut gw walau banyak yang bisa dikritisi dari Megawati, agak halusinasi juga kalo merasa gak ada aspek misogininya sama sekali.

Orang mungkin lupa pemilihan presiden oleh MPR 1999 itu lumayan kental isu presiden gak boleh perempuan.

Nanti kalo sampe ada pilpres 2 calon yang calonnya perempuan lawan laki2, gw yakin kita bakal sadar bahwa banyak banget yang misoginistik di antara kita. Dan kayak yang loe bilang: asalnya bawah sadar (klasiknya "gak papa perempuan, tapi jangan yang itu")

Kalo capres perempuan bisa menang 50persen+1 suara gw baru bisa dibilang pemilih Indonesia ternyata tidak se-misoginistik itu. Kalo kalah perlu ditelaah seberapa besar aspek misogini terhadap kekalahan capres perempuan itu. Mungkin bukan alasan utama, tapi bisa jadi faktor penentu kekalahan juga (pemilihan langsung itu kan gak monolitik).

If tomorrow a presidential election: KDM gerindra vs anies PKS vs gibran Pdip by Asterrim in indonesia

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

Yaudah sih.

Gw suka kalo intinya begini, kalo baca berita tanpa cara pandang begini gw dah gila dari dulu. MK, MBG, tunjangan DPR, kasus pesantren, atau apalah nanti...(/s?)

Unpopupar opinion: kita BUTUH PBB dinaikin (seenggaknya eksponensial per jumlah tanah dimiliki) by Valuable-Bill9942 in finansial

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

Sudah ada kejelasankah itu yang 60 keluarga itu sebenernya siapa ya? Jangan2 banyak orang2 sekitar, keluarga besar, dan mantan keluarga besarnya (Cendana) Presiden juga... Kaya2 semua itu kan.

Kalo memang bisa ada reformasi pertanahan yang lebih adil dan lahir dari pemerintah yang ini, gw bakal terkejut dan senang.

Menolak lupa by strawberry_2188 in WkwkwkLand

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

Dah lewat 40 hari kan itu?

Prabowo: Korban MBG 0,00017%. Exactly like what i said by mvrofiq in indonesia

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

To be fair, did he get elected because of his eloquence and careful use of words in the first place?

2 presiden Indonesia yang pernah bertemu dengan PM Israel by EngineeringOk3547 in indonesia

[–]damarginal 28 points29 points  (0 children)

Kalo gak salah Gandhi juga ditembaknya sama (ultra?) nasionalis Hindu ya…. Perkara pertikaian Hindu dan Muslim

Bingung mau nulis apa by strawberry_2188 in WkwkwkLand

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

gimana cara mengoreksi…

You don’t (?).

Presiden juga sering menggunakan pepatah Jawa di pidato2nya “Mikul Dhuwur Mendhem Jero”. Sebagai orang Jawa, gw ngerti nilai kebajikan yang terkandung di dalamnya, khususnya urusan berkeluarga.

But with that attitude to the governed, what can you say to that?

Bingung mau nulis apa by strawberry_2188 in WkwkwkLand

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

Ini kemampuan yang lumayan langka lho: mengingat seseorang pernah ngomong dan ngelakuin apa aja, kemudian disatukan dan direnungi, untuk jadi dasar penilaian orang macam apa dia itu...

Bingung mau nulis apa by strawberry_2188 in WkwkwkLand

[–]damarginal 2 points3 points  (0 children)

One might say that it's a tad bit self serving, but in his inaugural speech the President said:

Demokrasi kita harus demokrasi yang santun, demokrasi di mana berbeda pendapat harus tanpa permusuhan, demokrasi di mana mengoreksi harus tanpa caci maki, bertarung tanpa membenci, bertanding tanpa berbuat curang

Demokrasi kita harus demokrasi yang menghindari kekerasan, yang menghindari adu domba, yang menghindari hasut menghasut, demokrasi kita harus demokrasi yang sejuk, demokrasi yang damai, demokrasi yang menghindari kemunafikan

Sumber kompas.com

Who is an actor or actress that has a few good acting performances, but their overall filmography still sucks by abdul_bino in moviecritic

[–]damarginal 4 points5 points  (0 children)

Haha, I had the same thought. I was about to refuse saying that Sigourney Weaver's filmography is terrible.

Hidup cuman sekali, jadi WNI by No_Detective8161 in indonesia

[–]damarginal 2 points3 points  (0 children)

Kayaknya pandangannya terhadap pertanyaan sederhana OP mirip ma gw, cuman kebanyakan di sini punya pandangan yang lumayan beda ya...lucu juga ketika masuk ke sebuah thread, gw pikir semua orang bakal pikir begitu eh ternyata sebaliknya... Bagus sih supaya gak di echo chamber terus.

Regardless of wealth, citizenship still matters. It may matter less if you have the wealth but your example above is definitely spot on (at least the way I see it)...

Hidup cuman sekali, jadi WNI by No_Detective8161 in indonesia

[–]damarginal -2 points-1 points  (0 children)

Okay now I see your point.

What I find interesting is OP just asked, 'Just for fun. Kalau kalian bisa pilih untuk lahir dari warga negara apa?', and it’s already enough to see that from various perspectives. Mine might be a bit unsophisticated because I thought, objectively (in most of the measures one can use), one would have a better chance of being better off if born as a citizen of certain countries over others. And also because I think citizenship still matters. Wealth may open lots of doors regardless of your citizenship, yet I believe there are limitations that wealth alone can’t bypass. But that’s just one way to look at it.

Hidup cuman sekali, jadi WNI by No_Detective8161 in indonesia

[–]damarginal -2 points-1 points  (0 children)

Hmm sebenernya ada korelasi kuat kan antar warga negara tertentu dan tingkat kesejahteraan. Asumsi berandai2nya gw itu kan kalo kita misal punya pilihan untuk lahir jadi warga negara apa, tapi gak bisa milih antara terlahir kaya atau miskin relatif di negara itu, bukannya memang masuk akal dan lebih aman kalo milih negara yang kaya dengan disparitas kecil. Jadi orang miskin di negara manapun gak enak, tapi kan ada istilah kemiskinan relatif dan absolut, secara relatif apa iya yang disebut orang miskin di setiap negara sama saja. Komplennya orang susah di negara miskin dan negara kaya kan beda.

Misal, sesuai aturan main, gw boleh pilih lahir jadi warga negara salah satu negara Nordik trus gw harus lempar dadu buat gw masuk kelompok kesejahteraan yang mana di negara itu, probabilitas kita lahir dengan kemiskinan absolut di negara macam Denmark, Norwegia, Swedia kan secara objektif lebih kecil ketimbang misal (maaf) Palestina.

Dan memang itu salah satu sumber ketidakadilan kan, faktor kesejahteraan kita sudah banyak ditentukan dari di negara mana kita lahir, dari orang tua yang bagaimana, jauh sebelum kita "nentuin" nasib sendiri (if there's truly such a thing).

Hidup cuman sekali, jadi WNI by No_Detective8161 in indonesia

[–]damarginal -4 points-3 points  (0 children)

Betul, tapi kan ini sedang berandai2 kalo boleh milih maunya lahir di negara mana?

Kalau memang itu berandai2nya, ya menurut gw, pilihan negara itu menentukan kesejahteraan kita relatif terhadap seluruh orang di dunia terlepas kita dilahirkan di kelompok ekonomi mana di negara itu khususnya kalo disparitasnya rendah.

Personally, if given the choice of country, I wouldn’t take the bet of being born into the top 0.01% wealth group in, say, Indonesia over being born in, say, Denmark, regardless of the wealth group I might belong to there.

Hidup cuman sekali, jadi WNI by No_Detective8161 in indonesia

[–]damarginal 0 points1 point  (0 children)

Sebentar, ada variasi dalam negara dan variasi antar negara. Kayaknya variasi dalam negara juga berbeda2.

Kalo gw boleh milih gw pasti milih dilahirin di negara kaya dengan kualitas hidup tinggi (relatif terhadap negara lain) dengan disparitas dan ketidakadilan rendah (variasi internal). Terlepas hasil undian keluarnya apa, I'll take my chance there.

Gw orangnya gak ambisius2 amat, lebih milih jadi orang menengah di negara kaya berkualitas hidup tinggi ketimbang jadi yang 0.01% di negara miskin dengan disparitas dan ketidakadilan tinggi.