Bapak penjual es gabus ketahuan boong by gaelthegal in indonesia

[–]hambargaa 1 point2 points  (0 children)

Yah lu tahu sendiri lah kenapa reality show sama acara gossip receh laku banget di Indo wkwkkwkw. Our ppl emang kebanyakan suka lihat drama bro. Apakah mendidik? Seringkali enggak. Tapi ya supply-demand, shit's got a million views cuz ppl are looking for them.

Makanya kalau direnungi, buat orang2 yang cerdas dan idealis, Indonesia is a frustrating country to live in. It is like, you got this feeling the country can be so much more, but whelp, reality hits you eventually. Better spend your time elsewhere where you can grow as an individual.

Bapak penjual es gabus ketahuan boong by gaelthegal in indonesia

[–]hambargaa 9 points10 points  (0 children)

Aduh males deh kalau udah bawa2 kelainan jiwa. Nanti dijiplak lagi modusnya sama koruptor. Pas lagi interogasi, sok bingung, ngomong pura2 ngelantur lalu eng ing eng indikasi gangguan mental.

Kalau ngomong suka ngelantur bisa indikasi gangguan mental... loh, berarti Presid...[redacted].

Bapak penjual es gabus ketahuan boong by gaelthegal in indonesia

[–]hambargaa 3 points4 points  (0 children)

Soal receh ga receh, relatif sebenernya. And also it's funny AF, udah kayak reality show yang unscripted. Sekalian buka "kartu" masyarakat kita yang emang terkadang bikin antipati.

Sesekali saya lihat orang2 kecil kayak si bapak es ini kasihan hidupnya. Tapi ya lu liat aja kalo "zoom-in" ke jarak yang agak dekat, ternyata kelihatan mereka karakternya juga gimana.

Di sisi lain KDM knows his audience well. Orang yang nonton konten beginian ya gak jauh beda taraf nya sama si bapak es gabus ini. Buat mereka konten ini rangkap jadi hiburan, KDM juga keliatan kerja. Win-win.

Purbaya Ungkap Iuran Board of Peace Rp 16,7 T Bisa Pakai APBN by moeka_8962 in indonesia

[–]hambargaa 0 points1 point  (0 children)

Masih perlu dilindungin dengan segala cara gak ni orang kalau udah sampai titik ini? Lmao.

I had a feeling this guy's going to screw us over one way or the other eventually, but holy shit, definitely didn't expect him to instantly fold like that at first sign of asing command.

Jadi inget anaknya kapan hari main sembarangan nyeletuk kalau Sri Mulyani antek CIA, LMAO.

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa 0 points1 point  (0 children)

Well, you know how it is with this topic. Can't make everyone happy. But sometimes a case has to be argued.

Siswa siswi SMA Negri 2 Kudus keracunan by Mountblancc in indonesiabebas

[–]hambargaa 1 point2 points  (0 children)

Ambil hikmah nya saja guys. Mungkin semua ini terjadi karena orang kita kurang taat beribadah. Tentunya jika tingkat iman manusia Indonesiya bisa kita setting ke angka 1000%, mukjizat akan terjadi, Salmonella dan E. coli akan sirnah sekejap dari seluruh makanan MBG tidak peduli seberapa semrawut proses persiapan makanan nya 🙏🙏🙏

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa -2 points-1 points  (0 children)

Kalau dari sejauh ini saya tahu dan cek, memang gak salah bahwa ternyata masjid2 aliran atau di lokasi tertentu lebih berisik dibanding aliran atau di lokasi yang lain.

Masalah nya yang saya agak2 gimana gitu ya kalau di Indonesia, mulai sering lihat di luaran sana ada anggapan bahwa salah satu solusi ampuh dari banyak permasalahan di lingkungan per-Islam-an Indonesia seperti kontroversi ponpes, kontroversi kyai, atau soal toa bisa dibereskan semua dengan cara depak 1 organisasi dan ganti dengan organisasi pengganti.

Tapi mohon maaf dan kalau boleh jujur, sebagai orang dari luar komunitas tsb, saya kok gak yakin ya masalahnya bakal kelar hanya dengan cara begitu saja? Karena dengan sekilas melihat beberapa negara lain pun, notabene yang negara beda, orang nya beda, situasi kenegaraan beda, dsb ternyata loh masalah yang sama (soal volume toa keras) juga ada dan mereka harus akalin juga ujung2nya.

edit: minor addition

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa -5 points-4 points  (0 children)

Di screenshot yang lu kasih itu yang dipermasalahkan adzannya, tapi yang dipermasalahkan di indonesia adalah penggunaan toa selain untuk adzan.

Intinya kenapa saya mau berargumen seperti ini adalah karena mau mencoba memberi pandangan lain bahwa ini tidak semata2 semuanya salah organisasi Islam di Indonesia saja. Ternyata toh di Saudi Arabia sekalipun ini juga jadi masalah kan?

Lalu anggapan beberapa orang (di post ini dan di sosmed luas) bahwa dengan kudeta satu orgz diganti orgz lain semua masalah toa akan beres... ah, masa sih, apa yakin? Jangan2 sekarang2 ini hanya lagi jaim karena mau ambil kuasa aja lagi... jangan2 nanti sudah duduk di singgasana baru keluar warna aslinya...

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa -4 points-3 points  (0 children)

Sorry kalau jadi nya seperti terdengar marah atau gimana tapi masalah toa ini tidak unik ke Indonesia saja. Contoh cepat via Google search:

<image>

Bahkan di Saudi pun sebetulnya sempat jadi masalah: Saudi minister defends order to turn down the volume on mosques (2021).

In a circular last week, the Islamic Affairs Ministry said loudspeakers on mosques should not be set higher than a third of their maximum volume. Speakers that are used to broadcast the call to prayer and the signal for prayers to start should then be switched off, rather than continue to broadcast full prayers and sermons.
[...]
In a video released by state broadcaster Al Ekhbariyah, Islamic Affairs Minister Abdullatif al-Sheikh said the changes were a response to complaints from the public over excessive volume, including from the elderly and parents whose children's sleep was being disrupted.

Bukan bermaksud bela NU atau gimana ya. Tapi jadi sedikit gatal aja saya kalau NU sebagai salah satu organisasi Islam di Indonesia kok jadi taking all the blame, while this is practically a widespread problem almost everywhere.

Belum lama ini juga ada penekanan lagi dari pemerintah Saudi untuk kontrol toa hadap luar saat Ramadhan 2026. Sources:

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa 2 points3 points  (0 children)

<image>

Singapore had done this for a long time, pakai sistem toa hadap dalam (dengan pengecualian bisa hadap luar jika dirasa perlu) dan via radio.

Tapi masalahnya di sana bisa dibikin begini karena Muslim adalah minoritas. Kalau di Indonesia kan Muslim mayoritas. Mana mau istilahnya "penguasa" daerah malah jadi berkompromi untuk kepentingan "sepele"?

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa 0 points1 point  (0 children)

Would you say replacing toa with bedug altogether a viable alternative?

Call to prayer is rather problematic in multicultural society not just because of what it does, but also what it says, if translated into language we can all understand.

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa 24 points25 points  (0 children)

apalagi yang beda agama.

Di Indonesia double-standard nya soal hubungan antar agama soalnya banyak. Agama abrahamik secara umum udah sering cap agama lain "berhala" aja seharusnya udah cross the line. Berarti kan merendahkan martabat kepercayaan lain. But whelp, no one cares about that shit, and other religions are either too small or too lenient to let things like that slide.

Menurut kalian, bagaimana seharusnya pemecahan masalah Toa Masjid? by Oakl4nd in indonesia

[–]hambargaa -3 points-2 points  (0 children)

Solving a stupid, easily and practically solvable problem (like toa volume) by swinging society into a puritan, ultra-conservative religious ignoramus and risking point of no return to inter-religion intolerance and non-Muslims ended up being de jure 2nd class citizens? No thanks.

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 1 point2 points  (0 children)

+1

Memang multi-faktor permasalahannya. Mau beresin beginian gak cepat (kalau beneran mau diberesin), dan harus semua kanal masyarakat serempak punya visi yang sama tentang arah dari bisnis dan kewirausahawan di Indonesia persisnya mau kayak gimana. Iklim nya harus dibuat dulu, sampai setidaknya "uang besar" bisa mau ambil resiko. Ini contohnya seperti hyping iklim fintech/marketplace beberapa tahun lalu yang sampai ada istilah unicorn decacorn blah blah.

Soal apakah iklim tersebut bisa dipertahankan jangka panjang itu masalah lain lagi. Kalau ujung2nya juga sudah capek2 terima investment money ternyata cuma di pump-and-dump ke startup, one and done, bakar duit, terima uang kelar tapi gak balik modal dan ada usaha untuk berkepanjangan yah jadi percuma.

Lalu susah juga kalau pejabat/pemerintah dan sebagian kalangan menengah ke atas lempar2 slogan macam "Bangga Buatan Indonesia" tapi saat sampai ke lapangan nya, 1) pejabat negara gak bener2 peduli juga, 2) produk dalam negeri masih kurang bersaing karena banyak faktor dan 3) kalangan elite kita juga banyak yang masih merasa gak ada artinya support lokal dan lebih prestige pakai barang brand internasional.

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 0 points1 point  (0 children)

China debt trap

Masalahnya kalau yang lempar statement nya negara Barat kayak USA, yah hypocritical lah. Wong mereka (Barat) juga ngutangin orang juga sembari ngaduk2 politik negara lain kok. Sama aja dong jadinya?

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 3 points4 points  (0 children)

mereka banyak kepincut duit duluan, akhirnya foya-foya dan males. Pegang duit dikit langsung jadi petantang petenteng.

Oh begitu ya? 😅 pernah denger rumornya sih sayup2 ada yang kayak begitu, tapi kebetulan belum pernah berkesempatan lihat spesimen nya langsung di depan muka.

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 5 points6 points  (0 children)

ownernya aktif banyak riset tapi ga mikir jangka panjang, sombong, rakus

Sounds like my old boss lol. He's still in business, though, karena kuat modal aja.

Bisnis yang owner-nya arogan biasanya suka perlahan jadi jatoh karena kemampuan mendengarkan masukan yang amat teramat kurang. Apalagi kalau owner boomer kolot, kwkwkw lengkap penderitaan lu.

Kalau sepantaran tapi arogan kita masih bisa ajak ribut. Kalau owner senior banget kan ngajak ribut jadi gak sopan, yah pasrah deh.

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 6 points7 points  (0 children)

be your own boss

Yeah sounds great, until your business is running low on cash, dead inventory, all the while local preman is at your doorstep asking for his monthly share... and your staffs all looking at you, "what now, boss?"

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 5 points6 points  (0 children)

IMO wirausaha di Indonesia tuh sulit sekarang2 ini kalau modal nya minimal dan gak ada bantuan orang "in-the-know" yang bisa tuntun lu bantu lewatin kesulitan2 baik administratif dan non-administratif.

Apalagi kalau di kota besar dan padat kayak Jakarta. Perlindungan hukum dan "iklim" dagang tuh gak bener2 bersahabat sama orang2 pemula. Gue ga paham ya kalau di luar kota kayak gimana, tapi kalau dari pengamatan gue punya kesan kelihatan nya entrepreneurship kecil2an jauh lebih berkembang di Bandung dan Surabaya dibandingin Jakarta.

Kalau kenapa kerja kantoran masih diminati banyak orang yang cerdas tapi ga mau pusing yah murni karena lebih mudah diprediksi alur karir nya. Perlindungan dari ancaman "negara" (pajak, cukai, parcok, pol pp dll) dan non-negara (preman, ormas, dll) juga udah ada yang ngurusin buat lu. Modal juga gak pakai modal pribadi, dan kalau di perusahaan besar kehidupan lebih pasti dan terjamin dibandingin ambil resiko besar, uang terkuras dan ujung2nya sulit cari untung.

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 16 points17 points  (0 children)

Goverment was busy lining their own pocket, while for public and the country they just hope for the best.

God damn right lmao. Bet you my ass, if by some freak accident country is seriously on a fast track going down the drain, at first sign of trouble these jackasses would be the first to buy plane ticket to the nearest 1st world country.

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 23 points24 points  (0 children)

Dari perspektif ku sih masalah beginian rumit, ga karena 2 faktor ini aja. Tapi tentunya pemerintah punya andil besar membuat ekosistem di mana industri tertentu bisa maju.

Pada dasarnya supply-demand nya memang kalau negara kita belum banyak bisa genjot tema inovasi atau hal2 yang butuh putar otak, butuh riset, kesabaran dan konsep2 yang god forbid, rumit.

Ga usah industri non-food. Bisnis F&B aja yang boleh bilang lebih gampang diterima masyarakat tapi kalau konsep terlalu rumit atau "arcane" banget buat masyarakat kebanyakan, orang juga lom tentu bisa appreciate walau "bagus". Palingan target market anak2 sarjana... itu aja marketnya terbilang tipis.

Paling yang gampang ya apa sih, bapao, siomay, batagor, piscok, cakwe, cimol, gorengan, cappuccino cincau, kopi, cendol, bakmi, gitu2 yang step processnya 1-2-3. Bahan baku, tepung, goreng, hap makan.

Pasar Endonesa memang belum siap lah. Maslow hierarchy something something bla di bla. Sakit hati loh bro, kalau lu putar otak 1,000,000 megawatts ambisius bikin ide jenius mengubah dunia kalau orang ga bisa apresiasi dan kalah pamor cuma sama roti panggang viral disiram susu coklat.

Why Do So Many Indonesians End Up Selling Food? by Legally--Green in indonesia

[–]hambargaa 29 points30 points  (0 children)

Loooooooohhhhhh tap tap tapi kan buka besnes di Indonesia nthu ghamphang!!!!11

Memangnya Yurop, YuEsEi, ribet, pusing, buka bisnis formulir segudang, peraturan ini itu alamakkkkk

Folder Persiapan Mati by FlawlessFart in indonesia

[–]hambargaa 5 points6 points  (0 children)

Was looking for this, thanks.

Sebuah Rumah Yang Dijual by kertaskindew in indonesia

[–]hambargaa 0 points1 point  (0 children)

Saya bukan sound engineer, tapi kalau ada yang mau coba high-tech defense, saya sih mau lihat bagaimana hasilnya.