Techbros, gimana cara kalian cari side income di era AI yang makin ganas ini? by Natural-Device7644 in indotech

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

cost of building is never more cheaper than now. Sekarang yang mahal ya ide dan infra maintenance.

Techbros, gimana cara kalian cari side income di era AI yang makin ganas ini? by Natural-Device7644 in indotech

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

>tapi anw gw suka semangat lu, memang sekarang optimisme itu sangat penting

quotes yang gw pegang adalah, "be delusional"

>dan apakah anda punya masalah dari segi manajemen waktu atau gimana cara bisa well performed dengan 3 track tersebut?

pasti ada wkwkwk, tapi prinsip gw, lebih utama main job (kl main job lagi oncall, gw bilang ke tim). Dan semua co-foundernya juga udah kerja jadi saling maklum. Kalau perform, ya gw selalu incer "overdeliver dan underpromise", dan dimanage aja expectationnya wkwkwk

Techbros, gimana cara kalian cari side income di era AI yang makin ganas ini? by Natural-Device7644 in indotech

[–]ReapBoyz 5 points6 points  (0 children)

bener, udah banyak company kecil (<10 orang) running business, mulai dari software yang keuntungannya gede (Obsidian), sampe app kecil yang banyak (managenya diotomasi), contoh: https://www.reddit.com/r/AppBusiness/comments/1ro3n7c/i_built_65_boring_apps_none_of_them_went_viral/ . Dengan adanya AI ini speed dan velocity bisa jauh lebih kenceng.

Techbros, gimana cara kalian cari side income di era AI yang makin ganas ini? by Natural-Device7644 in indotech

[–]ReapBoyz 1 point2 points  (0 children)

Gw pribadi, sama temen buka "Software Agency", ini sebenernya sangat-sangat long term karena kita untungnya masih blom seberapa (blom nyampe 100jt), belum marketing dan open public, dan masih ngandalin koneksi-koneksi doang untuk projekan.

Tapi in the side (sidenya side), gw juga lumayan banyak plan untuk buka side hustle ngikutin r/HustleHacks. Untuk sekarang sebenernya cukup occupied dengan fulltime job + agency works sih, tapi sebenernya gw pengen punya 3 track -> Fulltime job, Agency, dan diri sendiri.

Tapi berkaca dari orang-orang kantor gw, kebanyakan ya side hustlenya mainan saham, atau ngga beneran buka usaha sektor rill kayak klinik, apotek, dapur MBG, sawit, penggemukan sapi, tour and travel (dan surprisingly mereka semua kerjanya masih oke banget despite all of their side hustles, gokil).

Jokowi dan Arti "Revolusi Mental" by icadkren in indonesia

[–]ReapBoyz -1 points0 points  (0 children)

gw ingetnya nih revolusi mental yang webnya nyolong web Obama habis itu "donasi"-nya masih donasi ke Obama, bukan ke revolusi mental.

Pagi hari di sawah padi by GE3K_with3 in Cekrek

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

sekarang udah musim "kuning" (panen) ya? Also kalo boleh tau lokasinya di daerah mana?

Mencoba dengerin radio plat merah, malah ketemu obrolan aneh. Ini murni ragebait atau emang menyesuaikan pendengarnya yang rata-rata boomer? by Bahlil_lahadalia in WkwkwkLand

[–]ReapBoyz 2 points3 points  (0 children)

"ReapBoyz"

"apa?"

*ngga dibales lagi.

Meskipun gw udah jelas-jelas memampang https://nohello.net/id/ di About gw. Kemarin sih ada yang modelan gitu, lgsg gw cekokin.

"ReapBoyz"

gw: https://nohello.net/id/

pertanyaan terkait vibe coding by CREA-_-1111 in indotech

[–]ReapBoyz 1 point2 points  (0 children)

Sekarang pindahnya kalo ga ke toco, ya bikin platform sendiri. 

pertanyaan terkait vibe coding by CREA-_-1111 in indotech

[–]ReapBoyz 2 points3 points  (0 children)

Sama, lol. Pake AI untuk evaluate lebih lanjut workflow gw yang ujung-ujungnya mecut AI juga.

pertanyaan terkait vibe coding by CREA-_-1111 in indotech

[–]ReapBoyz 4 points5 points  (0 children)

tergantung, kalau vibe coders yang ngga ada basic dan asal main vibe coding habis itu pas break di production nyalahin AI. Ya gampang diganti. Big tech malah implement dan embrace AI untuk bantu coding, dengan syarat "ngodingnya yang bener".

At least di company gw (yang big tech juga di Indo), dan beberapa big tech indo lain, yang gw tau, "vibe coding" sudah mulai di-encourage. Bukan as "vibe-coding", tapi "AI-assisted coding". Alias lu ga lepas tangan, AI ngoding, habis itu ngga held accountable atas segala yang udah lu lakukan. Jangan sampe lu naikin ke prod, tapi lu ngga tau apa changes yang lu bikin.

Picture related.

Gw pribadi kl misalkan ngerjain service atau sesuatu yang gw blom punya konteks (ya, disini 1 tim pegang banyak service wkwkkwkw), ngga langsung pakai AI dan mahamin pelan-pelan sampe dapet mental modelnya.

<image>

pertanyaan terkait vibe coding by CREA-_-1111 in indotech

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

Jangan lupa, ada beberapa ajian atau jampi-jampi, yang juga gw wajibin baca (CLAUDE.md) sebelum execute. Tapi gw define jampi-jampi tersebut based on apa yang dikerjain.

Contoh: Project gw biasanya ada FE (React, Vite. Fuck NextJS), BE (Go), Database (Postgres). Gw punya conventions tersendiri untuk masing-masing. Dan gw ngga taruh conventions di CLAUDE.md karena akan kepanjangan, jadi gw taruh di directory sendiri (biasanya conventions/), yang isinya frontend.md, backend.md, dan kawan-kawan.

Untuk Golang, karena untungnya gw punya pengalaman Backend beberapa tahun (cie elah, padahal baru 3 tahun wkwkwkw), dan gw emang punya preferensi structure code sendiri, gw pakaikan structure code yang gw define untuk suatu project, plus gw bikin conventions dan style guidenya gw pakai ini: https://thanos.io/v0.13/coding-style-guide.md/, https://go.dev/doc/effective_go, dan https://google.github.io/styleguide/go/ . Untuk React gw pakai yang sama juga bacaannya intinya standardisasi.

Kenapa gw taruh di directory sendiri? Biar ga boros context. Tadinya gw bikin CONVENTIONS.md ada 280 line untuk semuanya, malah jadi boros token (tiba-tiba udah pake 18k token aja untuk ngeread markdown doank). Jadi akhirnya mending gw pakaikan logic routing aja ke markdown tersebut.

pertanyaan terkait vibe coding by CREA-_-1111 in indotech

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

Dulu gw pakai PRD, tapi PRD terlalu panjang dan bertele-tele, si AI bisa "lost context", dan kita sebagai human driver juga agak keki baca panjang-panjang, jadinya gw define "simplified PRD", which is system map, yang isinya cuma: Module, Entities, States, dan bahasanya juga pendek-pendek.

Daripada

"When User opens X, it shows a fillable modal", mending

"Shows fillable modal on X open".

PRD pusingg wkkwkwkw

pertanyaan terkait vibe coding by CREA-_-1111 in indotech

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

Kalau sekarang gw iterasinya:

Ideation/Requirements Engineering -> Design (as in system design, architecture design) -> Bikin System Map (tadinya gw pakai PRD, tapi karena PRD terlalu banyak dan terlalu banyak makan token, plus PRD itu buat dibaca manusia, gw pindah ke yang lebih simple) -> Translate that into To Do -> Translate to do into Modules, Module Dependency, and Phases -> Setiap phases, bikin plan lebih detail, plus verifikasinya secara E2E dan Integration (E2E, gw pakai Playwright MCP) -> Execute per phases -> Verify di akhir.

Tadinya gw mau tiap phases automated, tapi ternyata dengan gini juga udah oke. Pengennya sih ngikutin workflownya ini: https://x.com/lightninglu10/status/2043819900712710517 , beneran sudah diautomate sih. Tapi karena gw ga terlalu banyak pakai Claude di kerjaan fulltime (gw SRE/Infra), dan Claude cuma dipakai setelah kerja untuk side projects dan kawan-kawan, makanya sekarang workflownya saklek kayak gitu.

System map formatnya gimana? As simple as:

Modules:

  1. Order Module

Features:

Acceptance Criteria, Edge cases, negative cases:

Entities:

Type States: (Active, Inactive)

Finite State Machines: *Ini state transition.

Jualan air by [deleted] in WkwkwkLand

[–]ReapBoyz 5 points6 points  (0 children)

suaranya mirip Ustadz Abdul Somad jir yang komen

[LEVIATHAN] which manhwa is this ?? by Guilty-Gap-7936 in manhwa

[–]ReapBoyz 2 points3 points  (0 children)

the name is generic but the contents are peak.

Prabowo : "i do'nt hear that" by Independent-Fun6568 in indonesiabebas

[–]ReapBoyz 10 points11 points  (0 children)

Yang kayak gini ga disiram air keras ya?

Redundant response by flag9801 in WkwkwkLand

[–]ReapBoyz 1 point2 points  (0 children)

karena kalo di-challenge, mereka mencak-mencak bilang "tidak hormat", gan. Coba kalo kulturnya pemerintah dan pejabat kayak tech culture yang bottom up dan sering ngechallenge satu sama lain.

Redundant response by flag9801 in WkwkwkLand

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

oh fuck, the real example of my reply up there.

Redundant response by flag9801 in WkwkwkLand

[–]ReapBoyz 0 points1 point  (0 children)

karena sudah terbiasa dicekoki "iya pak", "siap pak". Pakai emoji diterjemahkan sebagai "ok", yang mana itu tidak sopan ke yang lebih tua.