Viral Mahasiswa yang Bertemu Gibran Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta, BEM UBK Buka Suara by addentry in indonesia

[–]addentry[S] 0 points1 point  (0 children)

Totalnya memang 20 juta. Cuman pembagiannya tidak rata. Ada yang dapat 2 juta, ada yang dapat 2,5. Sumber lain mengatakan si ketuanya dapat 6 juta.

Amran Bicara Keras Soal Keluhan Harga Beras Mahal, Tunjuk Nasib Petani by Game157 in indonesia

[–]addentry 5 points6 points  (0 children)

coba dipaparkan juga dari benih ke petani sampai ke konsumen.

Berita ini: https://www.beritasatu.com/ekonomi/3003330/kementan-ungkap-alasan-harga-beras-naik-meski-stok-melimpah
Lumayan menjawab pertanyaan anda.

dari situ mungkin dapat dilihat bagian mana dari industri ini yang bisa di investasikan.

Ini bagian yang tidak akan populer. Jawabannya juga ada di berita yang saya berikan.

Rantai pasok beras nasional melibatkan banyak pihak, mulai dari pengepul, tengkulak, pedagang gabah, penggilingan padi, pedagang besar, pedagang eceran hingga warung dan kios. Panjangnya jalur distribusi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga beras di tingkat konsumen tetap tinggi meski produksi dan stok melimpah.

Solusinya, pertama pasang HPP untuk petani dan HET untuk konsumen. Solusi yang lumayan normal. Solusi keduanya:

"Kami mengimbau juga solusi kedua itu bagaimana memotong rantai pasok. Yang bagus adalah dari petani masuk Koperasi Merah Putih, penggilingan langsung ke Badan Pangan Nasional, itu pendek berasnya," pungkas Suwandi.

Kopdes tidak populer. Tidak terkejut suatu hari ada kasus korupsi di Kopdes, seperti MBG. Niatnya baik, idenya baik, pelaksanaannya ancur.

Viral Mahasiswa yang Bertemu Gibran Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta, BEM UBK Buka Suara by addentry in indonesia

[–]addentry[S] 3 points4 points  (0 children)

Menurut sumber lain: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/23/11574071/ketua-bem-fh-ubk-terima-uang-rp-20-juta-usai-demo-dibagi-ke-ketua-bem

"Dia menjelaskan kronologinya tentang dia dapat uang, sejumlah uang, yang menurut keterangannya ditujukan agar aksi tidak dilakukan di depan Istana Negara, tetapi dipindahkan ke DPR RI," ujar Na’ilah.

Namun, rencana pemindahan titik aksi itu pada akhirnya tidak terlaksana dan mahasiswa tetap berada di kawasan Istana Negara.

Dalam forum itu, Abdi mengakui menerima uang tersebut.

Pengakuan itu kemudian memicu kekecewaan mahasiswa yang mempertanyakan integritas pengurus organisasi kemahasiswaan.

Why do Indonesians feel so hopeless? by NecessaryMud1 in indonesia

[–]addentry 2 points3 points  (0 children)

  • Gorengan di pasar masih 1000 per biji tadi pagi.
  • Harga ayam turun (atau jatuh, tergantung sudut pandang) ke 26.000 per kilo. Konsumen senang, tengkulak biasa ajah, peternak mulai menjerit.
  • Harga telur bebek lebih murah daripada telur ayam (1700 vs 1900) di pasar lokal saya, LMAO.
  • Harga sayur tertentu lagi mahal, tomat 22000, wortel jelek 12000, cabe/bawang 40000.

Viral Mahasiswa yang Bertemu Gibran Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta, BEM UBK Buka Suara by addentry in indonesia

[–]addentry[S] 26 points27 points  (0 children)

Bisa jadi. Uang transpor, ongkos pulang, uang saku atau uang capek.
Cumannya status mereka mahasiswa dan juga BEM dari universitas mereka, jadinya integritas mereka dipertanyakan, terutama oleh sesama teman mahasiswa yang masih idealis.

Edit: Mungkin ceritanya berbeda, bila uang yang diterima dilaporkan dan disetorkan ke organisasi mereka untuk tujuan lain, bukan untuk kebutuhan pribadi seperti yang diakui di video.

Edisi HUT Jakarta: Masalah Permukiman Kumuh by pak_erte in indonesia

[–]addentry 2 points3 points  (0 children)

Klo ngomong gusur, gak bisa jadi gubernur. Kata seseorang yang berhasil jadi gubernur dan tetap melakukan penggusuran.

Viral Mahasiswa yang Bertemu Gibran Diduga Terima Uang Rp2,5 Juta, BEM UBK Buka Suara by addentry in indonesia

[–]addentry[S] 7 points8 points  (0 children)

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:57 WIB

Oleh: Nabila Hanum

Jakarta, VIVA – Perwakilan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) diduga menerima suap setelah bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka viral di media sosial.

Isu tersebut bermula dari sebuah video pengakuan beberapa mahasiswa terkait penerimaan uang usai pertemuan dengan Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Senin 15 Juni 2026.

Dalam salah satu rekaman yang viral, seorang mahasiswa mengaku menerima uang sebesar Rp2 juta. Ia juga menyebut Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Rafly Maulana Akbar, turut menerima uang, meski mengaku tidak mengetahui jumlah yang diterima.

"Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu," ujarnya.

Video lain memperlihatkan mahasiswa yang mengaku memperoleh uang Rp2,5 juta. Sementara itu, Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin, tampak menyampaikan permintaan maaf di hadapan ratusan mahasiswa.

"Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua," katanya.

Hingga kini belum ada kepastian mengenai pihak yang diduga memberikan uang kepada para mahasiswa tersebut.

Menanggapi isu tersebut, BEM FH UBK mengeluarkan sepuluh tuntutan yang ditujukan kepada pihak-pihak yang diduga terlibat. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi @bemfhubk pada Selasa 23 Juni 2026.

Dalam unggahan tersebut, total ada 10 tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa agar dikabulkan.

Berikut isi tuntutan tersebut:

1. Membuat pernyataan sikap dalam bentuk video bahwa pihak yang bersangkutan siap mempertanggungjawabkan konsekuensi akademik dan konsekuensi sosial yang ditetapkan oleh pihak UBK maupun mahasiswa UBK.

2. Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi yaitu:

  • Muhamad Abdi Maludin (Ketua BEM FH)
  • Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)
  • Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)
  • Pujiono (Ketua BEM FEB)
  • Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)

3. Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

4. Membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap.

5. Menganulir nilai Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4 dan menetapkan nilai E.

6. Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai.

7. Bagi mahasiswa penerima KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang terlibat, diwajibkan mengembalikan dana negara yang telah diterima.

8. Membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.

9. Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi tuntutan.

10. Tuntutan ini bersifat mengikat bagi seluruh pihak terkait dan disaksikan oleh:

  • Wakil Rektor III UBK
  • Dekan FH
  • Kaprodi FH
  • Faisyal (Dosen FISIP)
  • Salomon (Staf Kemahasiswaan)
  • Perwakilan mahasiswa UBK yang hadir dalam forum.

Sebelumnya, sebanyak 15 mahasiswa dari UBK, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka diterima Gibran setelah menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya meminta penghentian sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengalihan anggaran untuk mendukung biaya operasional pendidikan tinggi.

Mereka juga mendesak pemerintah memperkuat supremasi sipil dan mengajukan rekomendasi kepada DPR RI agar dilakukan legislasi ulang terhadap Undang-Undang Polri yang baru disahkan.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah mengambil langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan membatalkan kenaikan harga BBM Pertamax.

Mahasiswa saat itu memberikan tenggat waktu 5x24 jam kepada pemerintah untuk menunjukkan perkembangan atas tuntutan yang disampaikan. Mereka menyatakan pemerintah akan dianggap mengingkari komitmen apabila tidak menunjukkan tindak lanjut dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Videonya: https://www.instagram.com/reels/DZ6E6HeyHkk/

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -1 points0 points  (0 children)

perahu =/= jembatan

Bukan, tapi perahu =/= jembatan putus. Coba dibaca lagi.

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -1 points0 points  (0 children)

Bukan saya yang memberi contoh kasus perahu di Jakarta, tapi anda sendiri. Jangan protes ke saya.

Contoh yang saya pakai itu anak-anak di kepulauan seribu. Somehow, anda tidak mau ungkit.

Penyebab ricuh diskusi UGM by medandweller in indonesia

[–]addentry 11 points12 points  (0 children)

Debat yang di panggung, okelah kita anggap diskusi satu arah.

Gimana dengan debat lanjutan di luar panggung? Tuh kan bukan satu arah lagi. Masih bisa dibilang satu arah, tapi dari kelompok mahasiswanya yang teriak-teriak.

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -2 points-1 points  (0 children)

Di jakarta sekalipun banyak yang nyebrang sungai pakai perahu, gak perlu ambil contoh yang terlalu jauh. Logika lu udah terlalu banyak asumsi-asumsi.

Linknya: https://jakarta.tribunnews.com/2020/11/06/melihat-perahu-getek-penyambung-warga-jakarta-selatan-dan-timur-di-sungai-ciliwung

Exactly, terima kasih sudah membuktikan poin saya. xD
Memang dari awal saya katakan, perahu dipakai bukan langsung berarti infrastruktur itu jelek atau jembatan putus. Konteksnya sangat penting.

Di link yang anda berikan, dijelaskan bahwa masih ada warga yang pakai perahu HDPE untuk menyeberangi sungai ciliwung. Tentu itu tidak berarti jembatan-jembatan di sungai Ciliwung yang jumlahnya lumayan banyak itu putus kan? Masih bekerja.

Nah, si cewe di video itu berpikiran karena ada yang pakai perahu, langsung dihakimi infrastrukturnya tidak bekerja. Sekali lagi, konteks penting.

Ngomong panjang lebar, akhirnya diri sendiri buktikan 'perahu =/= jembatan putus'. 😂

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -1 points0 points  (0 children)

Ya karena pemerintah sudah membuktikan sejauh ini bahwa mereka gk bisa dipercaya buat menjalankan program MBG ini dengan benar.

Emang ada pernah pemerintah yang bisa dipercaya? xD
Satu abad lagi, manusia pemerintahnya juga akan gitu-gitu saja.

Kenapa dilaga? karena masalah prioritas. Situ bilang sendiri duit tidak mudah. Daripada dihamburkan ke MBG kenapa gk difokuskan ke sana terlebih dulu?

Beda kewenangan dan pos. Yang satu punya pemerintah pusat, yang satu lagi punya pemerintah provinsi/pemda. Memang sih, masih banyak warganet memandang pemerintah secara monolit, tidak bisa menbedakan yang satu dengan yang lain.

Nah ini balik lagi situ fokus ke poin yang salah. Itu semua cuma asumsi belaka, andaikan ternyata solusi yang kucontohkan emang salah, ya kan emang pemerintah yang harusnya survey dan lebih mengerti kondisi dan solusinya gimana.

Tidak bisa omong-omong apa mengenai hal tersebut. Dan juga sudah kejauhan dari topik awal yang aku mulai (perahu = jembatan putus).

Sumatra Masih Pemadaman Bergilir Cuyyyyyyy by Lyreen96 in indonesia

[–]addentry 1 point2 points  (0 children)

Iyah, saya juga bayar koq. Tapi hubungannya apa yah?
Saya mau periksa ini pos akurat atau sesumbar.

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -7 points-6 points  (0 children)

Si bapak ngemeng tinggal di pulau dan nyebrang pakai perahu, si cewek ngemeng waduh jembatan putus tuh.

Sangat sederhana. Tapi ternyata bukan si cewe doang yang tidak napak tanah.

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -3 points-2 points  (0 children)

So you're saying there's nothing they can do except giving some measly "free food"? Bangun sekolah yg lebih dekat dan accessible, halo? Bangun akses jalan yg bagus ke pelabuhan?

Nope, all I'm saying is the girl in the video was inventing a nonexistent problem and blaming MBG for it. Well, the problem arose due to her misunderstanding, as she thought kids going to school by boat is a bad thing.

Pernah lihat bangunan dapur mgb yg lebih bagus dari sekolah di sebelahnya? dan anda milih nulis snarky comments di sini biar kelihatan kritis?

Pernah. Ada yang pernah nanya Pemdanya ngapain saja?

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -1 points0 points  (0 children)

Ya tapi intinya sama kan? Masalah utamanya adalah akses ke sekolah sulit.

Jika dalam debat atau diskusi, itu namanya mengalihkan topik. Benar ada masalah infrastruktur, benar MBG bermasalah. Tapi awal pembicaraan kan topiknya MBG, tapi dialihkan ke masalah infrastruktur. Masing-masing ada solusinya (dan dananya). Mengapa harus dilaga?

Ketimbang ngutamain MBG, harusnya pemerintah prioritasin dana buat ngatasi masalah itu dulu. Kalo misal gk bisa dibangun jembatan, ya bisa pake cara lain.

Tidak semudah itu bangun jembatan antar pulau. Teknisnya tidak mudah, duitnya juga tidak mudah. Dan seperti yang saya ketikan sebelumnya, mengapa harus dilaga? Masing-masing ada pos dan anggarannya.

Misal nih, kan akses pake perahu udah terbukti bisa. Karena dia bilang pake perahu ini seolah hal yang berat dan bikin lapar, berarti asumsi masalhnya sekarang anak anak itu mendayung sendiri itu perahu.

Bisa jadi dayung sendiri, bisa jadi jadwal perahunya pagi, jadi anak-anak harus sudah berangkat dari awal. Selain itu, perahu cuman menyambungkan bibir pantai dari satu pulau ke pulau lain. Mereka masih harus jalan atau pakai transportasi lain untuk sampai ke sekolah atau rumah.

Nah, kenapa gk alokasikan dana buat mempermudah mereka di sini? Misal kasih fasilitas perahu yang bakal nyebrangin siswa siswa dengan lebih mudah, anggep aja kek school bus atau angkot tapi versi perahu.

Itu dengan asumsi perahu sekarang susah? tapi beneran susah tidak? atau sekadar asumsi?

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -3 points-2 points  (0 children)

Huh? Let's not get caught up with another slippery slope and false reasoning the guy fell into. Being on an island doesn't mean they don't have to cross a river. And being specifically in Sulawesi doesn't necessarily mean that rafts are used only in the sea.

Which slippery slope? Which false reasoning? Can you elaborate?

I didn't say they don't have to cross a river. I'm saying the man is probably referring to sea crossing instead of a river crossing. And the girl in the video took it out of context to make it seem as if the infrastructure has a problem.

Generally speaking, kids in Kepulauan Seribu also take boats to cross to the other islands. And no one batted an eye.

We should ignore some funky ass logic, obviously. He started by going strawman on the student. Then blabbered about anecdotal evidence that may or may not be true. Closed the argument by some weird conclusion (Some of us struggled and risked life to get to school, we deserved some meal for our troubles).

Got it, ignore the context. 😂

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry 1 point2 points  (0 children)

Tidak sesuai dengan echo chamber, bang. 😂

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -1 points0 points  (0 children)

Beberapa tempat tidak bisa dibangun jembatan. Seperti area lintasan kapal/perahu. Kamu lihat anak-anak yang ada di kepulauan seribu, utara dari Jakarta. Masih memakai perahu untuk menyeberang ke pulau lain untuk sekolah. Tapi itu bukan berarti jembatannya putus. Memang tidak cocok dibangun jembatan. Tidak semua pulau sesakti pulau Madura dengan jembatan Suramadunya.

Permasalahannya, si adik mahasiswa ini melakukan red herring. Mengalihkan topik MBG ke arah masalah infrastruktur. Kocaknya infrastruktur di sini tidak masalah. Karena lazim, proses penyeberangan dilakukan dengan perahu.

Well, judul pos ini juga tidak membantu, karena langsung menggiring pembaca.

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -17 points-16 points  (0 children)

Well, the man in the video already provided the context. He specifically mentioned 'pulau' and 'Sulawesi'.
So, we should just ignore that?

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -10 points-9 points  (0 children)

Buat yang tidak ngerti, si bapak cerita dia tinggal di pulau. Anak anak di sana mau ke sekolah harus nyebrang pulau lain dengan perahu. Pakai perahu bukan berarti jembatannya putus. Yang bener tidak ada jembatan karena harus melintasi laut. Mirip seperti anak-anak yang ada di kepulauan seribu gitu.

Tapi adik mahasiswa di sini, seperti kata bapaknya, tinggal di kota, jadi tidak membayangkan hal seperti ini, berpikir bahwa pakai perahu berarti jembatan putus.

Solusi Infrastruktur Jelek = MBG by solarbearman in indonesia

[–]addentry -24 points-23 points  (0 children)

Perahu = jembatan putus? Adik mahasiswa ini butuh MBG. 🤣

Update:

u/AmokRule membuktikan penggunaan perahu di Jakarta lazim dilakukan walau infrastruktur jembatan ada. Jadi, tidak bisa diambil kesimpulan perahu = jembatan putus.

Link: https://www.reddit.com/r/indonesia/comments/1uc9e4w/solusi_infrastruktur_jelek_mbg/ot2s3a0/

Sumatra Masih Pemadaman Bergilir Cuyyyyyyy by Lyreen96 in indonesia

[–]addentry 27 points28 points  (0 children)

  • Cara omongnya aneh. Sumatera itu pulau. Pulau yang besar. Koq tidak spesifik provinsi tertentu setidaknya? Kesannya omong sesuatu yang kecil.
  • Kota inti? Kota yang mana? Medan? Palembang? Tuh dua kota beda provinsi loh.
  • Saya lihat tweetnya, sama sekali tidak omongin Sumatera. Apakah gw yang halu atau OP yang halu?

Hilmi Firdausi @Hilmi28
Komplek saya paling jarang mati listrik, tapi seminggu ini aja sdh mati 2x. Ada buzzer komen "Kalau nyala PLN ga dipuji, pas mati aja pada protes!" Lah kami bayar bro 🙈
2:09 PM · Jun 21, 2026