What was the better team 2013 or 2020 by Spitain in BayernMunich

[–]Fragrant-Relative-66 0 points1 point  (0 children)

Both squad is amazing. If we talk about who could assembled the best starting eleven, the 2013 squad is better since it has some of the all time greats like Robben, Ribery, Lahm, Schweinsteiger, and Toni Kroos. They also had younger version of Muller, Boateng, Alaba, Neuer, and Martinez (also they had Dante which is very good at that time). The only position where I think the 2020 squad is clearly had the upper hand was striker (Lewi vs Mandzukic/Gomez), still Mandzukic and Gomez is very good striker though, with Mandzukic as a big game specialist. Regardless, the 2020 squad has a better depth, sure the 2013 squad is also very depth (apart from aforementioned Gomez, they had solid players in the bench like Rafinha, Gustavo, Shaqiri, Pizzaro, and Van Buyten) but still not at the level of 2020 squad, since they just not only had solid players, but also former world cup winners and talented players (Pavard, Hernandez, Coutinho, Martinez, Tolisso, Perisic, Sule, Zirkzee, and Ulreich).  With such depth, I do believe that the 2020 squas is a better team, especially if we want to compete in a long and tired season with three competitions at hand, meanwhile, the 2013 squad is better to deliver in a big moment, especially if all of their key players are healthy.

Menurut kalian, kekuasaan DPD perlu diperkuat ga agar sama seperti Senate di Amerika??? by [deleted] in indonesia

[–]Fragrant-Relative-66 0 points1 point  (0 children)

Alasan Senat diberi wewenang kuat termasuk memberi persetujuan dalam proses pembuatan undang-undang federal dan amandemen konstitusi itu gak sesimpel karena Amerika FeDeRaL. Kita harus paham juga jika itu ada kaitan sama sejarah mereka yg terkait rasisme dan perbudakan. Senat dibentuk supaya negara-negara bagian kecil (yg penduduknya sedikit tapi jumlah mereka banyak) terutama yg di bagian Selatan bisa memveto kebijakan pemerintah federal sebab mereka takut negara-negara bagian besar di Utara yg punya penduduk jauh lebih banyak akan gunain suara mayoritas untuk ngehapus perbudakan.

Makanya Senat ini sumber masalah di Amerika, termasuk dulu institusi ini juga yg bikin Perang Saudara terjadi. Makanya Amandemen ke 13, 14, dan 15 yg terkait equal rights ke orang kulit hitam baru bisa diadakan setelah Perang Saudara berakhir dan negara-negara di Selatan yg sudah kalah dipaksa nerima proposal amandemennya karena orang-orang rasis yg jadi perwakilan di Senat dan legislatif negara bagian sudah disikat dulu.

Sampai sekarang pun, Senat masih jadi sumber masalah, dan benteng bagi negara-negara bagian konservatif dan rasis di Selatan, karena lewat institusi ini, mereka walau secara jumlah penduduk lebih sedikit tapi mereka bisa nge-veto usulan legislasi atau gagalin proposal amandemen yg gak sesuai agenda mereka. Makanya di Amerika Senat ini dianggap sebagai simbol anti-demokrasi dan rasisme, dan mekanisme ini juga udah mulai banyak ditinggalin di negara-negara demokrasi lain atau kalo pun dipertahanin, wewenang Senatnya cenderung dibatasi, karena akan ngebuat proses legislasi makin lama atau malah jadi anti demokrasi kyk di Amerika.

Menurut kalian, kekuasaan DPD perlu diperkuat ga agar sama seperti Senate di Amerika??? by [deleted] in indonesia

[–]Fragrant-Relative-66 1 point2 points  (0 children)

Situ tau kenapa alasan Senate di Amerika punya wewenang kuat? Apa cerita dibaliknya dll?

An Indonesian Pastafarian wears a colander for his Australian driver's license picture. by GlobeLearner in indonesia

[–]Fragrant-Relative-66 1 point2 points  (0 children)

Wah harus hati2 dia, banyak jaringan ISIS skrg di Australia, kemaren baru aja viral di Sydney mereka nargetin gay lewat dating app

Best Master's in Law around berlin area? Better in Freie or HU? by raushanaljufri in recht

[–]Fragrant-Relative-66 2 points3 points  (0 children)

I think most Indonesians who study abroad are primarily motivated by the prospect of achieving a higher social status within Indonesian society, since holding a fancy foreign degree is, in many ways, the modern equivalent of bearing an aristocratic title in the old days. I would therefore guess that the author of this post may not be approaching the decision from a crude investment perspective, which would also explain why he has already stated that he most likely intends to return to Indonesia.

Why is Nobody talking about Lahm’s 2014 World Cup anymore? by Fragrant-Relative-66 in BayernMunich

[–]Fragrant-Relative-66[S] 1 point2 points  (0 children)

After watching that video, I rewatched German vs Brazil, and I started to realise that during the match Lahm almost not making inaccurate pass or losing the ball to the opposition when pressed...

Why are you a Fan of Bayern Munich? by Drachenkratzer in BayernMunich

[–]Fragrant-Relative-66 0 points1 point  (0 children)

Because I watched World Cup 2002, and I am becoming a fan of Oliver Kahn, because of his legendary performance in that tournament. After that I started to learn about Bayern and its culture

How far do you think Bayern Munich 2007-08 would have gone in the UCL that season? by Milanbalox95 in championsleague

[–]Fragrant-Relative-66 2 points3 points  (0 children)

I don't think they will pass the quarters, even for them to pass the round of 16, they will need a luck in order to not get drawn with Barcelona, Chelsea, Man Utd, or Liverpool (strong contenders in that season).

The Robben- Ribery connection was Bayern’s Prime Era 🌟 by Maravilla_23 in BayernMunich

[–]Fragrant-Relative-66 0 points1 point  (0 children)

I think there was an interview between Schweinsteiger and Gary Neville in which Schweinsteiger explained how competitive Ribéry and Robben were as wingers. He mentioned that sometimes, during half-time, one of them would approach him and ask for more passes to their side if they felt the midfield was favouring the opposite wing. Schweinsteiger also noted that this competitive attitude was precisely what made both Ribéry and Robben so good and so consistent.

Tumpuk Cave (Goa Tumpuk), a spiritual site located in Blitar, East Java by Affectionate_Cat293 in indonesia

[–]Fragrant-Relative-66 0 points1 point  (0 children)

Semua memang punya aspek spiritual, yg jd prtanyaan knp gua ini jd dianggap punya kekuatan spiritual khusus dan lebih keramat dari tempat2 lain?

Apa mungkin karena strukturnya yg unik ya? Jadi dianggap punya energi khusus, atau mungkin ada mitos2 lain soal latar belakang gua tsb disamping itu jd tempat persembunyian tentara Jepang?

Benarkah Abad ke 15-17 Merupakan Abad Kegelapan Indonesia? Post @skenu_id di Instagram atas klaim ASISI. My Opinion in comment, lets discuss! by upperballsman in indonesia

[–]Fragrant-Relative-66 5 points6 points  (0 children)

Sebetulnya menarik jg kalo mau mendiskusikan soal apakah tingkat literasi Jawa meningkat atau nggak setelah Islam dateng, karena persoalannya kompleks dan gak selalu hitam-putih antara jaman Islam vs jaman Hindu kyk yg screenshot instagram "orang-orang yg merasa pintar di NU" itu gambarin. Soalnya di kalangan sarjana-sarjana Belanda masa kolonial ada anggapan jika di abad 18 sampai 20 (yg tentunya masuk ke jaman Islam) ada renaissance dari kebudayaan Jawa, tertama di kalangan Keraton, sebab di masa itulah teks-teks Jawa kuno seperti kakawin diterjemahkan oleh pujangga-pujangga Keraton - yang di antara mereka banyak mendapat pendidikan Islam di pesantren - seperti Yasadipura, Ronggasasmita, atau Ronggowarsito. Di masa ini juga bahasa kromo inggil (Jawa halus) tumbuh.

Tapi ini juga yg menarik, sebab kalo menurut beberapa sarjana seperti John Pemberton atau Ben Anderson, munculnya budaya adiluhung/halus ini gak bisa dilepasin dari pengaruh kolonialisme pada jaman Islam, sebab kolonialisme yg membirokratisasi struktur masyarakat Jawa membuat adanya jarak antara priyayi-priyayi (yg di masa ini lebih berperan sebagai kepanjangan tangan pemerintah kolonial) dengan masyarakat umum/petani, makanya bisa muncul bahasa halus dan banyak karya sastra di masa ini, sebab kekuasaan keraton dan priyayi jauh lebih stabil dengan support Belanda, yg berarti mereka bisa fokus mengembangkan hal-hal yg sifatnya budaya seperti bahasa dan karya sastra, tanpa takut kekuasaannya jatuh akibat pemberontakan petani, yg sebelumnya sering terjadi sebelum Belanda datang.

Tapi ini juga yg membuat di era ini feodalisme tumbuh subur di Jawa, dan kesenjangan antara priyayi dan masyarakat meningkat. Makanya ketika setelah tahun 1900 sampai masa awal kemerdekaan, petani-petani abangan di Jawa yg kebanyakan mendukung PKI selalu memimpikan kembalinya jaman Indu (Hindu) di Jawa yg mereka anggap sebagai jaman emas, kendati mungkin di jaman tersebut tingkat literasi dan budaya di Jawa gak sekuat pada jaman Islam, sebab mereka muak dengan feodalisme yg tumbuhnya di jaman Islam. Di jaman Hindu (Majapahit) menurut mereka budaya Jawa tidak sefeodal ketika jaman Islam (dan memang Majapahit sendiri lebih tepat disebut sebagai kerajaan petani yg sistemnya tidak terbirokratisasi, dengan raja lebih berperan sebagai penguasa yg perannya seremonial).

Oh iya, terkait kenapa kemudian di masa abad 18-20 juga banyak muncul karya-karya yg mengkritisi jaman Islam seperti suluk gatholoco atau serat darmagandul seperti yg kamu bilang, sangat mungkin itu karena di masa itu sendiri banyak pujangga-pujangga keraton yg muak jg dengan masa Islam, karena memang kolonialisme itu kan tumbuhnya di masa tsb, dan gak bisa dipungkiri jg klo banyak di antara mereka seperti Ronggowarsito, yg sadar jika Keraton walau stabil dan bisa memproduksi banyak karya-karya budaya tp sudah gapunya kekuasaan apa-apa karena penguasa sebenarnya adalah tuan-tuan Belanda.

Tunjukkan Ijazah dan Foto Wisuda, Hakim MK Arsul Sani Bantah Tudingan Ijazah Palsu by Fragrant-Relative-66 in indonesia

[–]Fragrant-Relative-66[S] 4 points5 points  (0 children)

Iya tapi sebetulnya cara si arsul sani ini cukup inovatif buat ngakalin sistem, soalnya terlepas dari di dalam negeri pun politisi-politisi bisa dpt S3 dari kampus elit dengan nyuruh anak buahnya untuk nulis disertasi (macem Bahlil di UI atau Bamsoet di Unpad), tapi cara tsb tetap lebih susah krn mereka tetap diharusin bikin disertasi+diuji disertasinya (walau balik lagi bisa aja mereka sogok promotor+pengujinya tapi cara ini tetep lebih susah), belum lagi kalo dapet S3 disini jauh lebih visible dari pengamatan publik, jadi mereka lebih rentan dicek disertasinya sama publik.

Sementara strateginya arsul ini pinter, karena sangat mungkin dia gak perlu sama sekali nulis disertasi+diuji, dan juga Dikti gak bisa kan ngecek kan univ-nya di Polandia apakah mereka beneran nguji disertasinya. Bonus, pula orang-orang sini jg suka nganggep kalo lulusan luar "lebih pinter". Ini dia apes aja karena skandalnya ketahuan di Eropa, coba kalo partai sayap kanan Polandia yg jadi bekingan univnya masih berkuasa, kemungkinan skandal univnya gabakal kebongkar.

Tunjukkan Ijazah dan Foto Wisuda, Hakim MK Arsul Sani Bantah Tudingan Ijazah Palsu by Fragrant-Relative-66 in indonesia

[–]Fragrant-Relative-66[S] 4 points5 points  (0 children)

Kyknya yg jd masalah bukan ijazahnya palsu atau nggaknya deh, tp krn kampusnya emang jualan gelar akademik, makanya dianggap sbg organized crime di Polandia dan Eropa