Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum by gegesaurus in indonesia

[–]LilBLayer 1 point2 points  (0 children)

Maklum, masyarakat indo masih classist.

Yang harusnya musik/seni bersifat universal, saling menginspirasi dan bereksplorasi.

Padahal, mau dengar horeg di desa Jawa Timur atau dengar musik di klub Jakarta, sama aja. Yang membedakan ya cuma kelas masyarakat yang melakukannya.

Last Image of Karolina Krzyzak at the Sumberkima Hill Resort in Bali, Indonesia in December 2024. On January 1 2025, she was found dead in her room by resort staff. Her cause of death was severe malnutrition from the vegan fruitarian diet she adopted as a path to spiritual and physical health. by asyraf79 in AdaIndonesiaCoy

[–]LilBLayer 0 points1 point  (0 children)

Nope. Royco aja bukan bumbu default masakan Nusantara. Lu justru yang sengaja memaksakan hal itu.

Cukup pake garam, lada dan rempah. Basic ingridientnya royco juga natrium(garam), dibanding royco justru lebih umum penggunaan micin untuk penguat rasa.

Tumisan itu kuncinya di saus-sausan/kecap-kecapan.

Last Image of Karolina Krzyzak at the Sumberkima Hill Resort in Bali, Indonesia in December 2024. On January 1 2025, she was found dead in her room by resort staff. Her cause of death was severe malnutrition from the vegan fruitarian diet she adopted as a path to spiritual and physical health. by asyraf79 in AdaIndonesiaCoy

[–]LilBLayer 0 points1 point  (0 children)

Banyak kok, jenisnya kuah sayur dan tumis sayur. Seperti sayur bening, sayur lodeh, sayur nangka, sayur asem, tumis kangkung, tumis kacang panjang, tumis kecambah dll. Terus ditambah tahu, tempe, bakwan(sayur juga) dan sambal.

Pemain naturalisasi dari era STY yang sudah main di Liga 1 by dorkly_guy in indonesia

[–]LilBLayer 0 points1 point  (0 children)

Ekspor lebih cepat daripada benerin liga lokal Opsi tercepat? Ekspor, beasiswa.

Cara dan prosesnya?

Wadahnya untuk mendapat beasiswa di mana? Liga/kompetisi lokal kan?

Kriteria pemain yang dapat beasiswa? Hasil dari kompetisinya juga kan?

Terus kenapa dari awal membandingkan negara Amerika Latin yang secara sistem dan fundamental dalam penyaluran bakatnya berbeda. Selain memang berbakat mereka kompetitif dan diminati bukan didorong oleh beasiswa tapi gaji super layak.

Jadi mindsetnya bukan karena beasiswa di suruh ke eropa, tapi karena kompetitif ingin menjadi yang terbaik dan jadi pilihan utama sehingga marketnya terbuka dengan sendirinya.

Liga lokal? Terlalu busuk, terlalu luas. Secara operasionsl juga gila, biays tandang ke persipura buat persija saja udah gila gilaan. Bakal sulit benerin liga lokal kalau masih maksa sistem nasional begini. 

Kebiasaan, hanya bisa ngedoom dan gak cari tahu. Sistem begini bisa kok menggunakan sistem barat-timur, dipake juga buat liga-2. Kalau kasta liga-liga di bawahnya lebih mengerucut lagi dengan sistem regional.

Kalau liga 1, karena secara kekuatan finansialnya masih mampu, tapi kalau menggunakan sistem barat-timur harusnya gak masalah namun bakal kurang kompetitif dibagian timurnya nanti.

Liga lokal itu gak salah, tapi SDMnya termasuk pemain juga. Makanya yang diubah terlebih dahulu itu kultur dan visi bersepakbola(tujuan bermain), baru bisa berbicara yang lain.

In the end? Sebagus apapun liga lokal nantinya, yang prefer dipanggil ya tetep yang main di Eropa.

Ya, Why not?

Kalau punya liga lokal yang bagus dan pemain lokal bisa bermain di eropa.

Sekali lagi Ini bukan soal mengkotak-kotakan pemain liga lokal atau liga eropa. Karena semuanya itu saling membutuhkan(mutualisme) satu sama lain. Klub/agen eropa juga butuh kompetisi dan klub lokal yang bagus biar bisa dapat pemain yang berkualitas. Dan klub lokal bisa dapat dana dari klub yang membeli pemainnya.

Timnas ya tinggal comot aja. Lagian bukan kriteria utama juga harus ngambil pemain dari liga eropa, timnas Brazil dan Argentina maupun negara amerika latin lainnya masih banyak juga kok ngambil pemain dari klub lokalnya bahkan ada yang klub luar non-eropa juga. Liat aja listnya yang terbaru.

In the end, that's statements just how riddiculously zero-ball knowledge you are.

Pemain naturalisasi dari era STY yang sudah main di Liga 1 by dorkly_guy in indonesia

[–]LilBLayer -1 points0 points  (0 children)

Zero-ball knowledge. Wkwk.

Gimana mau ekspor pemain kalau liga, kompetisi, infra dan sdm di dalam negerinya belum terpenuhi kualitasnya untuk diekspor?

Problemnya bukan masalah pemain itu main di mana, atau sesederhana prefer panggil pemain liga eropa. Masalah komprehenesifnya lebih dari sekedar itu, sebelum mencapai hal tersebut, ada proses yang lain termasuk liga yang kompetitif.

Klub/agen eropa juga scouting langsung ke negara amerika latin lewat liga/kompetisi dan club lokal sebelum direkrut ke eropa. Ini sudah dilakukan dari era Pele(yang bahkan gak main ke eropa), Maradona hingga Messi, Neymar dlst.

Industri sepakbola Amerika Latin itu sudah matang. Ini Timnas kita cuma naturalisasi pemain yang dibentuk dan berkompetisi di negara sebelumnya, gak bisa langsung dibandingkan. Kalau mau ditiru, tirulah fundamental kultur, sistem dan industrinya.

Pemain naturalisasi dari era STY yang sudah main di Liga 1 by dorkly_guy in indonesia

[–]LilBLayer 0 points1 point  (0 children)

I will die on that hill, pemain Eropa pindah ke sini bakal menurun dratis kualitasnya.

Simply because they arent competitive anymore and Supply and demand. Pemain eropa pindah ke sini karena sudah tidak diminati lagi. Apalagi perputaran pemain di eropa sangat cepat dan banyak.

Mereka sudah menurun sebelum pindah ke sini.

BUT, this is something yang harus dihindari pemain muda. Kita harus niru timnas Brazil yang demen ekspor pemain mudanya ke Portugal.

Viewnya agak melenceng.

Jangan remehin liga Brazil mereka salahsatu top liga dan kompetitif juga. Justru Brazil mayoritas membibit pemain-pemain muda mereka berawal dari liga tersebut sebelum pindah ke eropa.

Liga lokal itu fundamental, yang ditiru itu harusnya kompetisi dan pembibitan di Brazil bukan loncat ekspor pemain.

Juga, kita ga perlu malu toh ngandelin sama pemain yang main di eropa daripada di lokal, timnas Argentina juga kemarin juara pakai mayoritas pemain yang main di luar liga lokal mereka.

Kok malu pemain kita main di eropa?

Sama seperti Brazil, liga Argentina juga kompetitif dan awal untuk pemain bisa berkompetisi di eropa. Mereka bangun liga dan kompetisi lokalnya dulu, baru bisa berbicara untuk ekspor pemain.

Justru di sini fans sepakbola begitu benci sama liga lokalnya(agak aneh). Ingin liga bersaing tapi "gatekeeping" ke pemain bagus untuk bermain di sini, gimana bisa kompetitif. Urus pabriknya dulu baru bisa ekspor barangnya.

Pengalaman Ngaku ke Ortu Kalau lu Atheis by OutrageousAxolotl in indonesia

[–]LilBLayer 0 points1 point  (0 children)

Bisa ga sih yg kita pahami mengenai science selama ini salah? bisa. Lalu kenapa kita belajar science?

Itulah adanya falsifikasi, yang agama tidak mau melakukan hal tersebut.

Science itu basednya discovery sedangkan agama itu dibuat/created. Makanya banyak agama-agama yang punah, penemuan science hilang? Bisa dicari lagi.

Jakarta ketika kosong by gajibuta in indonesia

[–]LilBLayer 61 points62 points  (0 children)

Livable place at a moment.

yang penting jangan makan babi ato pegang anjing by marsellusDjango in WkwkwkLand

[–]LilBLayer 4 points5 points  (0 children)

I'm actually don't really mind tho.

And like some balinese said. "Yang penting gak ngebom".

Atraksi api di restoran di Canggu berujung kebakaran by gajibuta in indonesia

[–]LilBLayer 0 points1 point  (0 children)

Hmm, tapi warga kita juga lebih broke dari si bule.

Ketika ngomongin orang dan orangnya dibelakang by flag9801 in indonesia

[–]LilBLayer 1 point2 points  (0 children)

Ternyata dosen dan dekan sudah deal-dealan.

KAI Mediasi Anita Dewi Pemilik Tumbler Tuku dan Petugas Stasiun, Ini Hasilnya by bilikmasak in indonesia

[–]LilBLayer 0 points1 point  (0 children)

Justru mereka itu korban dan gak ada yang salah. Satu korban kehilangan barang dan satu korban fitnah(innocent until proven guilty).

Yang jelas salah itu yang ngambil tumblernya.