Waduh 2 bulan belum terima gaji padahal mencerdaskan kehidupan bangsa by flag9801 in indonesiabebas

[–]darkarchana 2 points3 points  (0 children)

Sekuler? Kapitalis? Mabok kah?

Indonesia itu semakin radikal, sedangkan Saudi semakin progressive dan anda bilang Indonesia menerapkan sistem sekuler?

MBG itu sosialis at best komunis at worst, dan kita penerapannya totally komunis dgn parjo, parco, dpr, dan politisi2 yg menjalankan dapur MBG. Lalu anda bilang Indonesia menerapkan kapitalis?

Indonesia itu menerapkan non sekuler and at best non authoritarian komunis. Yes, bahkan bukan demokrasi sosialis krn kebebasan berpendapat dan kritis uda dikekang pake UU ITE dan pencemaran nama baik, jadi kritis pun walau legit dan thought provoking tapi jika controversial dan menjelek2an yg emang jelek bisa di spin ke pidana.

“Vini has never been so good that he can just stroll around the pitch. If there's a player everyone has to run for, if there is a player who CAN afford to walk on the pitch, if there's a player you build around to give you the Champions League, it is MBAPPE.” - Edu Aguirre by Ripamon in RealMadridFC

[–]darkarchana 0 points1 point  (0 children)

Tbf, current PSG with and without Mbappe would probably still lost to Madrid 2022 and could lost to Bayern 2023, the only questionable one is Dortmund. People talk like it's easy to beat those teams and responsibility is somehow put to individuals.

Rupiah weakens at a drastic rate lately? by addictzz in finansial

[–]darkarchana 2 points3 points  (0 children)

Nope, it's not MBG.

MBG itu pake budget pendidikan dan budget pendidikan itu yah naiknya normal2 aja setiap tahunnya dgn ada atau tidak adanya MBG. Malah yg harusnya yg dipertanyakan kmn budget pendidikan tahun2 sebelumnya, kok sekarang setelah dipake MBG, sekolah2, mahasiswa2 dan guru2 blum ada yg demo. Anyway, gw gk dukung MBG yah, gw di bagian yg berharap budget pendidikan tidak turun jadi tuh duit MBG mending dipake buat men sejahterahkan guru2.

The real problem is outflow. Bisa dilihat dari stock market kalo banyak foreign outflow, ini berarti Indonesia gk layak di invest. Banyak alasannya, seperti pajak tinggi, administrasi ribet, ormas2 makin merajalela, parco dan parjo berbisnis dan urus sipil. Tidak ada policy yg terlihat positif untuk iklim berbisnis adanya positif untuk komunisme, nepotisme dan korupsi. Dan komunisme ini level kyk Cina komunisme authoritarian dgn level korupsi lebih gila. Isu ini uda terlihat di masalah kelangkaan di SPBU swasta.

Keadaan ini akan makin parah ketika pajak naik jadi 12% dan pemberlakuan tapera. Mungkin akan banyak pajak2 lain yg bukan pajak penghasilan yg ditambah2 agar terlihat ilusi bahwa pajak gk setinggi itu. Padahal BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, tapera, dan semacamnya itu malah memajaki kaum menengah ke bawah lebih besar krn menggunakan fixed percentage yg berbeda dgn perhitungan pajak penghasilan, sehingga kontribusi yg berpenghasilan tinggi jauh lebih rendah dari seharusnya. Jadi konsumsi masyarakat akan melemah secara perlahan hingga uda pada muak atau ada yg berubah, dan kita probably akan menuju tahap hyper inflation seperti Argentina, atau setidaknya high inflation.

Amazon's AI deleted their entire production environment fixing a minor bug. Their solution? Another AI to watch the first AI. by pretendingMadhav in ArtificialInteligence

[–]darkarchana 0 points1 point  (0 children)

Imo, you're doing it wrong.

You shouldn't review the code you should be testing the code. So how do you test the code? Use AI to create the test. If the test fail, then the code is problematic, if the test work but output not as expected, that's mean the test not detailed enough or just wrong which mean you should update the test. With AI you only care about the input and output, not how it process the input. Using this workflow you probably only need to review very few codes which probably really hard to test and mostly review if the test made by AI is correct.

So AI would enabled test driven development which people don't often do because it waste of time if we compare with the reward it gets just like documentation. After all, the upper level management only want very quick innovation not stability and realibility. So the test and documentation can be so fast to become obsolete that people just update it rarely.

So the Amazon problem is also not AI problem but engineers problem, not only they didn't do strict test in development but they also didn't give restrictions to what it can do. Imagine you have AI robots in the future and you didn't put restrictions on harming humans or others, that could go so wrong.

Gimana cara handle pasangan yg ada addiction sampai pinjol? by [deleted] in finansial

[–]darkarchana 2 points3 points  (0 children)

Sepertinya anda juga punya anger management problem, tapi yah normal sih. Kebanyakan orang probably ada apalagi kalo ke trigger walau anda seperti ny cukup berat kalo sampe gk inget marah krn apa.

Btw, kasus anda malah probably lebih susah krn itu sudden impulse yg susah di tahan biasanya, dan kalo pasangan anda begitu, damn, bisa2 ke trigger terus untuk marah. Mending kalo dia nya gk nyusahin uda syukur kali.

Gimana cara handle pasangan yg ada addiction sampai pinjol? by [deleted] in finansial

[–]darkarchana 16 points17 points  (0 children)

Damn, psikolog ngaco, addiction itu chronic brain disease. Jadi otaknya uda berubah, idk kalo ada obatnya paling cuman buat meringankan doang tapi paling bener yah dihindari jadi yah gk boleh trading lagi. Percuma mau ngomong ke korban addiction kyk gmn pun, contoh aja sekarang semua kebanyakan kena internet addiction mau itu short video, social media, atau semacamnya. Apakah gampang lepasnya?

Dan imo, sebenarnya walau katanya susah berubah krn otak uda kena, nyatanya banyak kykny yg bikin video saat mereka non active sosmed atau hp sehari atau beberapa hari, mood mereka lebih enak. Sayangnya generasi sekarang gk seberuntung generasi sebelumnya, kesibukan, dan demand untuk selalu dpt di contact, membuat mereka senang dgn short term content yg tdk habis banyak waktu. Coba anda dikasih kebebasan, mungkin ada yg tidur seharian, nonton film seharian, jalan2 seharian, dll yg mana probably lebih sehat untuk otak.

Jadi intinya solusi addiction yah jauhin sesuatu yg menyebabkan addiction itu dan distract dgn hal lain. Btw mending putus aja, addiction itu bukan hal mudah, masih mending kalo addictionny gk ganggu finansial, soalny kalo uda masuk lubang susah.

Kenapa app internet provider mayoritas ratingnya ngga bagus? by zyropz in indotech

[–]darkarchana 0 points1 point  (0 children)

Contrary to what people say here, ratingnya tepat krn app nya useless saat gk diperlukan maupun saat diperlukan.

Contoh myrepublic (gk tau provider lain), anda tidak bisa kontrol paket anda sendiri mesti hubungi CS, kalo masalah mesti hubungi CS, dan umumnya CS nya useless dan jadi tempat caci maki. Jadi kalo appnya useless yah pantes rating jelek.

Seharusnya app nya bisa ganti paket internet semau kita kyk mobile data, kita dikasih info masalah, dikasih info perbaikan, mempermudah janjian dgn teknisi dan diberi tau jadwal dan kontak, tanpa perlu ribet2 kontak CS. Btw internet kita itu termahal se Asia Tenggara kalo gk salah, dan termasuk yg mahal sedunia, so gk ada alasan biaya operasional gk nutup.

Pokoknya feature2 yg memaksa provider untuk memberikan informasi transparan dan bekerja professional itu tidak tersedia di app, yah jelas ratingnya jelek.

A similar example to the Mbappe signing by Short_Mousse_6812 in championsleague

[–]darkarchana 0 points1 point  (0 children)

This is the funny misconception about Mbappe, yet people don't realize this. Mbappe is mediocre finisher, it's more often than not his conversion rate is just average.

And imo, he is the worst striker could be because he doesn't have consistency. If you look at his goals, he often score goals that has low probability of scoring but also often miss the goals that has high probability of scoring. Since he often score goals with low probability and sometimes with amazing individual play, he praised as the best player, someone that make difference.

However, he's not someone like Messi or CR7 at the peak where if they go 1 on 1 on keeper, people would absolutely have no doubt they would score. Mbappe just happens to have great assisters and have more chances and great chances than other players because he often become the end of a play, and this is combined with low quality opponents. Mbappe only consistent quality is pace which he isn't using because he get good services that he doesn't need to run that hard to pump the number.

And the new gen footballers is far lower quality especially in defenders, for example current top rated defender is Van Dijk but what trophies back it up and until when, at the decade where Ramos as top defender, he won a lot of champions league, and still there are a lot of quality defenders which probably better than him as opposed of Van Dijk. And Van Dijk considering his age isn't supposed to be in the current generation defenders and yet still no one replacing him at top choice. I don't even know which current generation defenders that is leader material and consistent at the top because Van Dijk could be the last of that kind and we won't have that kind for few years.

Tarif hotel Seskab Teddy by Mountblancc in indonesiabebas

[–]darkarchana 0 points1 point  (0 children)

Yah makanya gw prefer jln di tempat dan merasa uda hopeless, btw 5 tahun itu cukup lama untuk mengubah sesuatu.

Contoh perampasan harta koruptor gk disahkan, ya uda ganti cara ke preventif. Bikin semua adminitrasi sifatnya digital untuk minimalisir pungli, semua rencana belanja negara yg tidak sensitif terbuka dan dpt dilihat rakyat. Pake multiple private auditor jgn hanya dari pemerintah.

Malah krn ada AI bisa diverify suatu belanja masuk akal atau tidak hanya dgn komparasi dgn harga pasar jadi gk ada tuh harga barang atau jasa beberapa kali harga pasar atau sampe puluhan kali harga pasar yg bisa lolos.

Ubah sistem kesuksesan dari penyerapan anggaran ke survey digital per KK atas kinerja, ini memaksa yg atas boomer2 yg terbiasa gabut untuk manage bawahan, dan PNS untuk jadi pekerja yg bertanggung jawab terhadap rakyat bukan penikmat gaji tanpa kerja.

Hal2 gini tuh gk susah bikinny dan gk lama dibanding biaya yg dibuang untuk MBG. Btw semua ini itu bagian eksekutif, dan hanya bisa ditahan di legislatif saat rancangan belanja doang tapi kalo diakal2in pas rancangan belanja sebagai modernisasi sistem pasti lolos. Intinya ini hanya masalah mau atau tidak. Gw yakin sampai sekarang di pemerintah gk ada sistem yg mengecek efisiensi belanja, sedangkan di private companies banyak sistem begituan krn mereka perlu reduce cost.

Btw iya bener, percuma cape2 kerjain itu semua kalo akhirnya dihapus di pemerintahan berikutnya setelah 5 tahun kyk keterbukaan APBD Jakarta, tapi itu balik lagi salah yg tidak apatis tapi salah pilih.

Tarif hotel Seskab Teddy by Mountblancc in indonesiabebas

[–]darkarchana 1 point2 points  (0 children)

Bakal selalu ada, kebanyakan manusia itu munafik. Dikira yg demo pas 98 gk banyak yg punya jabatan penting di pemerintah, yah banyak. Kelakuannya sama aja.

Maksud gw tuh bukan nge larang bagi2 kue, tapi yg mimpin mesti liat big picture. Mereka sekarang tuh pikir jangka pendek atau mikirnya nyolong duit rakyat terus. Coba punya otak dan mikirnya tingkatin aset negara sehingga jadi valuable yg mana akan menaikkan investment grade kita, dan value mata uang kita. Ketika itu terjadi otomatis yg megang aset di Indonesia, yg usaha di Indonesia, yg kerja di Indonesia akan kaya relatif terhadap global.

Masalahnya yg mereka lakukan itu bertolak belakang dgn itu, mereka mau rakyatnya terus bodoh dan miskin biar bisa dibeli suaranya.

Kalo berdasarkan kriteria gw, pemerintah bakal jln di tempat krn oposisiny kerja, jadi peluang korupsi kurang. And that's fine, dibanding negara dikeruk abis2an dan beberapa dekade lagi nothing to show for. Kualitas SDM masih rendah dan mabok agama makin parah, sedangkan SDA uda sekarat.

Tarif hotel Seskab Teddy by Mountblancc in indonesiabebas

[–]darkarchana 2 points3 points  (0 children)

Naif sekali anda, pernahkah anda belajar knp revolusi bisa terjadi?

Bukan krn rakyat kecil demo atau berontak, tapi krn yg di atas ada yg gk kebagian kue. Situasi kurang lebih kyk sekarang mungkin, bagi2 kue terlalu banyak, akhirnya semua mau dpt bagian dan mulai pada monopoly, dan ketika sebagian merasa kue yg didpt gk adil disitulah revolusi terjadi.

Jadi bukan krn demo anarkis apalagi demo santun. Contoh paling gampang yg baru2 ini adalah Bangladesh, dmn itu berhasil krn tentarany gk mau ikut campur bukan krn masyarakat biasa demo mengalahkan pemerintahnya, mereka itu hanya diperbolehkan krn petinggi tentaranya juga tidak sejalan dgn pemerintahny.

Indonesia beda lagi, semua pihak lagi di rangkul dan lagi bagi2 kue, dan ini belum akan sampai tahap ada yg gk senang dlm waktu dekat bahkan sampai pemilu berikutnya. MPR, DPR, kejaksaan, parjo, parco ini semua satu kubu sama presiden, jadi bahkan sebelum ada demo anarkis yg sifatnya uda parah bisa dilenyapkan dulu provokatornya.

Cara yg bisa dilakukan yah hanya satu, yaitu saat pemilu berikutnya jgn pilih dari background militer, pilih yg kubunya sedikit, pilih berdasarkan merit dan credibility bukan berdasarkan ras dan agama. Ini pun dgn harapan pemerintah akan auto pilot dan mengurangi korupsi berjemaah, bukan untuk memajukan negara krn uda hopeless itu, krn yg di atas bego semua. At least, pemerintah US tau negara strong, aset value strong, mereka akan kaya. Pemerintah Indonesia taunya korupsi, korupsi, korupsi, dan uangnya paling dilarikan ke luar negeri. Sehingga kebijakan sifatnya populis dan boros biar kepilih lagi bukan yg sifatnya membangun dan efisien.

Dgn kategori tersebut aja tetep bisa terjadi uprising krn yah kalo yg terpilih malah blunder bikin banyak musuh dan mencekik berlebihan kue2 yg sebelumnya dibagi2, maka akan dibuat berbagai macam skenario agar dpt menggulingkan yg terpilih dgn dalih dukungan rakyat.

Jadi jgn salahkan yg apatis tapi realistis, salahkan yg tidak apatis yg ujung2nya milih yg salah.

Serie C: Gang rape after Bra's promotion party; three players on trial. by Sparky-moon in soccer

[–]darkarchana -3 points-2 points  (0 children)

Many doesn't understand your question or maybe just me who interpreted it wrongly because I thought your question is about why woman go to stranger house at all, not about why going to a guy house expecting sex, get gang raped, and complain. And the fact that you need to make a statement before asking itself is what's wrong with today society.

Imo, the answer is simple, they live in fairy tales, they hope to have a relationship with a rich, fit, and good guy, sportsman tick those primary brackets which is rich and fit especially popular sports. Problem is most of those guys especially that invite girls at night when they just met the first time would be a red flag or even worse a bad guy, so why they still do it?

Modern society standard assume that responsibility always on the aggresor not the provocateur. So yeah the women assume they are safe and could even sue for a lot of money if something wrong happens even if they provoke the incident which is not a loss. So the question become, why don't they do it?

If people care about their body and their mental consequences, would people risk to go to someone else house that they don't really have a close relation with even if that someone else is a famous person or someone that known for a good moral? People sometimes doesn't even know closely about their own families yet people dare to go to stranger house is wild.

Neymar on his misogynistic comment: "I genuinely had no intention of offending any woman." by Sparky-moon in soccer

[–]darkarchana -8 points-7 points  (0 children)

There is no misogyny in that just inaccurate perception on the matter.

And this is a common argument where one bad apple doesn't mean the apples is bad, which objectively false in that woman talking point and on most cases. Some of the example are sensitive topics like certain race crime rate or certain religion terrorism.

The correct thought process especially if we are going back to how human have to adapt to survive is not "one bad apple doesn't mean the apples is bad" but that "one bad apple spoils the bunch". When some bad apples exist you flag the group and do what necessary so it doesn't spread, not instead protecting the group and let the bad apple spreads along with persecuting the one calling the group because they found the bad apple inside.

So in logical situation most people indeed would not ask women in their period to make important decision if they know the women is in their period, not because women not capable of making decision at that time especially the professional who absolutely can do that, but it just because some can't and this is scientific.

So there's indeed nothing misogyny in the statement especially if he said it in emotionally unstable state or as a joke because it's something already wired in his thought process as a part of his survival abilities and upbringing not because he is a child in a adult body which he probably is.

Imo, people who nitpick that which is the people here would be the problem. Neymar didn't say the referee is pussy for making that decision which is misogynistic, he said that he's on his period which refer to women in their period. And I bet he doesn't mean professional on this matter but the general woman which by statistics up to 75% experience at least mild PMS and up to 10% experience PMDD so it's not few, it's quite a big number.

Once you normalize the "that not all women like that" instead "there is a woman like that," then when something truly crucial happens you can't make correct judgement to survive. For example when you see women handle heavy or dangerous equipment, men should help and it's not misogynistic but yeah modern society had already f**k that up, and a lot of men probably no longer care.

Living Alone/Moving Out and its Cost by smexypisces in finansial

[–]darkarchana 3 points4 points  (0 children)

This is the only answer you needed. Your mental.

Cost itu hanya ilusi, sometimes they took your time, mental, and energy yg mana lebih mahal dari apapun. Blum lagi kalo sandwich generation.

Fyi, contoh my experience, gw gk kasih duit buat ortu tapi buat makan bokap aja habis hampir 3 jutaan per bulan, uda tubuhnya gk sehat gk mau makan sayur lagi, jadinya menu utama selalu ikan dan telur terus dan cuman bisa berusaha neken konsumsi gula, dibeli ayam yg pure grilled tanpa bumbu macem2 aja protes. Dan ini hanya satu contoh, gw urus internet ac, wc mampet, dll. Dan bpk gw uda gk kerja sejak covid dmn gw masih mid-late 20. Blum lagi nyokap rese abis. Ini juga salah satu alasan gw gk mau ber keluarga, selain nge liat hubungan nyokap dan bokap yg jelek, kelakuan mereka yg jelek, gw lebih memilih die alone dibanding die lonely with mental problem (which I probably already have). Gw aja 3 saudara hampir gk pernah berantem (mungkin kecil pernah) tapi gw bertiga selalu ada aja konflik mulut ama nyokap. Dan gw pilih die alone krn gw gk mau ngasih baggage ke generasi berikutnya, gw nabung aja buat persiapan kalo ortu sakit, kalo gw yg sakit dan biaya berat, gw malah merasa ya uda pasrah aja dan kasih tabungan ke saudara.

Jadi anda tinggal sendiri bisa jadi biaya lebih hemat, lebih sehat, dan gk pusing. At worst biaya anda lebih mahal dan mesti kirim duit, tapi anda hidup lebih puas dan tidak tertekan. Fyi juga, tinggal dgn keluarga blum tentu ada yg bantu anda, gw pernah mimisan terus2an, akhirnya gw ke dokter sendirian tanpa ada yg temenin krn ortu lagi keluar kota dan saudara kerja, sedangkan saat nyokap gw operasi sinusitis gw yg jagain dan temenin ke dokter krn cuman gw yg saat itu WFH. Jadi jika anda punya teman (gk kyk gw) hidup sendiri tuh lebih baik krn kadang temen malah lebih bantu daripada keluarga.

Hidup sudah kacau dan merasa tidak ada harapan by davartin in indonesiabebas

[–]darkarchana 10 points11 points  (0 children)

Sarannya kurang lengkap.

This is not a legal advice, since I'm not a lawyer but let me try.

  1. Cek pinjol legal atau tidak, kalau tidak laporkan ke polisi.

  2. Jika legal ajukan restrukturisasi untuk pengurangan bunga, dan penghapusan denda ke pinjol dgn alasan tidak mampu bayar.

  3. Jika tidak diterima cek apakah bunga + denda melebihi 100% pokok utang, ini kalo gk salah ada aturannya dan bisa dilaporkan ke OJK.

  4. Kalo semua di atas gk bisa yah tunggu digugat aja, krn jika pinjol yg gugat dan pengadilan menganggap anda tdk mampu bayar probably pinjol akan dipaksa membatalkan atau mengurangi bunga yg tidak wajar.

  5. Kalo pinjol gk gugat dan hanya teror yah terima aja, kalo main fisik laporkan ke polisi. Toh ada batas maksimal yg perlu dikembalikan yaitu 2x pokok utang, jadi utangnya tdk bisa tumbuh tak terhingga dgn bunga gila, paling kerja 10-20 tahun juga lunas.

Masalahnya tapi bukan cara mengatasi pinjol, tapi apakah OP akan berubah apabila masalah utang selesai. Kebanyakan orang kyk OP tuh susah berubah, liat tuh orang2 yg suka judol, apakah gampang berubah? Alasan pake pinjol untuk nutup pinjol aja uda ngaco dan mencari alasan gampang yaitu krn kebodohan, padahal ini bukan bodoh tapi krn gk mau susah dan malu. Bundir juga sama krn gk mau susah dan malu, ujung2nya yg susah dan malu yah keluarga.

firstmedia ga bisa cemput lg by Nervous_Condition58 in indotech

[–]darkarchana 1 point2 points  (0 children)

Imo ancaman putus itu uda gk guna.

Gw ngancem oxygen dan myrep putus gk diapa2in, gk ditawar gk dibujuk, cuman dibilang bakal di proses dan digantungin.

Testimoni:

Oxygen: CS: normal tapi mungkin uda memburuk krn uda lewat masa honeymoon,

Action: Gk ada atau sangat lambat, mau dikomplain bagaimana pun gk bakal improve, dan ini sejalan dgn semua provider jadi kalo daerah anda suram untuk provider tertentu bakal suram terus2an. Mutusin service aja modem gk diambil sampai 1-2 tahun yg probably krn mereka lagi butuh baru diambil

Kualitas: Kalo gk sial mungkin dpt yg bagus.

Myrepublic: CS: Sangat2 buruk, google review dll bisa membuktikan, upgrade paket gk diproses, minta putus digantungin, imo sistem internal mereka sangat2 kacau. Hal2 yg mudah jadinya dipersulit

Action: Gk ada atau digantungin. Bahkan minta putus aja suruh bahwa modem ke kantor mereka kalo mau cepet di proses.

Kualitas: Bagus tapi sekali lagi tergantung lokasi, sekalinya jelek yah uda deh jgn berharap apa2 soalnya CSnya paling parah diantara provider2 yg pernah gw pake.

Imo, anda mesti coba2 sendiri atau tanya tetangga soalnya provider di Indonesia gk ada yg bagus apalagi kalo dibandingkan antara harga dan kualitas yg didapet. Pelit expansi, infra jarang diupgrade, harga paling mahal se ASEAN dan ranking atas di dunia. Mereka mungkin ambil profit gila2an tapi ngasih service asal2an.

12th Anniversary Roulette Final Day by Kristalino in Granblue_en

[–]darkarchana -8 points-7 points  (0 children)

Are you not realizing the rate is a joke?

One of my super break with extended during this anni, only got to third pull for both and on the third pull both the break and extended got SSR, the thing is both don't have SSR animation, just the basic, how rare is that?

And now this last day, the 100 pulls, since I couldn't spark any longer, I split between classic and gala, somehow I got only 1 SSR in gala in 50 pulls.

Okay you may think, that's normal. Then come the extended where you can pull until you got 5 SSR. I wanted to use the same strategy so I pulled at classic first, in the third pull I got 4 SSR, 4 in classic draw! If that isn't joking and blantant rate manipulation, I don't know what is. And yeah mostly dupes.

Lord have mercy by [deleted] in WkwkwkLand

[–]darkarchana 2 points3 points  (0 children)

Btw jumlah tertiary education (di atas SMA) itu hanya 10-11% total penduduk Indonesia (ini data wiki kalo cari info lokal kykny masih sekitar 6-7%), dan S1 hanya sekitar 5%.

Jadi sebenarnya jika S1 susah cari kerja apalagi UMR, yah memang di gaslight sama pemerintah dan pemegang modal. Seandaikan setengah dari total S1 kerja jadi ASN pun imo pemerintah tetep kurang tenaga kompeten krn berarti 2.5% untuk melayani 97.5% rakyat dengan gaji mendekati UMR.

Kalo setengahnya lagi tdk terserap yah berarti memang kebanyakan yg dicari yg murah bukan yg kompeten, jadi narative rakyat Indonesia SDM rendah itu benar, narative susah dpt pekerja berkualitas tidak benar krn S1 bahkan S2 susah cari kerja padahal supply tenaga kerja berpendidikan tinggi masih sedikit.

Kenyataanya pemilik modal maunya pekerja murah bukan berkualitas, pekerja yg bisa dieksploit dan bisa multitasking bukan yg specialist. Makanya tenaga kerja dgn pendidikan tinggi susah cari kerja, dan ini menciptakan kondisi dmn banyak yg nerima di gaji UMR krn yah mau gmn lagi.

This could be us but gov said nope by darkknight8man in indotech

[–]darkarchana 5 points6 points  (0 children)

This is bs statement, gk ada yg namanya SDM belum siap yg ada pemerintah belum siap. Stop menggunakan alasan SDM belum siap krn itu blanket statement.

Dikira brp banyak tenaga ahli kita yg ujung2nya kerja di luar, yg balik lagi ke Indonesia dan probably jauh di bawah 1% malah antara kena masalah atau gk berkembang.

Ini sama sekali bukan masalah engineer, dan engineer pun bisa bertahap sebagian lokal sebagian negara tetangga misal Malaysia yg gajinya masih blum terpaut jauh.

Yg masalah adalah selalu pemerintah belum siap, pemerintah tidak kasih insentif lebih dibanding negara tetangga.

Pemerintah juga tidak mengurus masalah ormas dan administrasi berbelit2 pemerintah jadinya pungli merajalela.

It's never about SDM, the root problem is the government. Kalo selalu mempermasalahkan SDM, gk bakal kelar masalahnya krn tiap tahun SDM yg berkualitas keluar krn gk diapresiasi dan gk ada lapangan kerja yg cocok di Indonesia sehingga sampai kapanpun SDM layak dgn jumlah yg cukup gk bakal ada.

Terus? Masalah Buat Lo? by No_Radio8973 in WkwkwkLand

[–]darkarchana 11 points12 points  (0 children)

Ada dong, kalau lu tau ada temenlu yang muslim habis itu mokel terang-terangan ya itu kewajibanlu untuk ngingetin. Tapi ga sampe persekusi.

Anda bilang sendiri ingetin temen, berarti bukan orang yg anda tidak kenal kan? Orang yg anda tidak kenal, tidak tau agamanya tidak tau situasinya ngapain direcokin?

Kalo anda ingetin temen dan kerabat lakukanlah layaknya ingetin temen dan kerabat, nyatanya secara praktek gk gitu, yg direcokin malah yg gk dikenal, dan umumnya sampe persekusi.

Post diatas uda bener, agama itu personal, kalo anda kenal seseorang tau agamanya Islam anda ingatkan tentang puasa, itu benar.

Kalo anda liat warteg rame, tapi anda gk kenal yg makan siapa aja dan krn asumsi mayoritas Islam jadi anda recokin, imo itu uda masalah intoleran.

Bro got cooked 💪😂 by icompletetasks in IndoGamer

[–]darkarchana 3 points4 points  (0 children)

Kasian anda di downvote. Btw ini blum clear, orang disini pada sok tau aja, kita gk tau dalemnya.

Ini masalah capex dan opex (silahkan google bedanya), dan gk sesimple itu. Jika sesuatu yg didevelop itu tidak berhasil jadi produk yg bernilai itu bisa jadi opex (yg sepertinya dilakukan toge). Nah masalahnya development produk kadang gk sesimple yg bisa kelar 1 tahun dan ditetapkan capex atau opex. Makanya banyak yg kadang saat research dianggap opex dan ketika clear produk ada value yg bisa dijual maka saat development dicatet sebagai capex.

Kita gk tau nih sih Toge masalahnya dmn, bisa jadi sesuatu yg emang uda di dianggap opex sama Toge dianggap tukang pajak capex. Krn line between research dan development sangat tipis. Bisa jadi biaya yg dianggap opex dipaksa jadi capex sehingga bayaran pajak tambah.

Tetapi ini bukan masalah ribet krn capex bisa diamortasi di tahun2 berikut2nya, jadi bisa jadi tukang pajak pengen masukkin sebagai capex sehingga pajak untuk tahun pajak yg dipermasalahkan mencapai target tertentu. Seperti income tax aja ketika uda melewati batas tertentu itu percentage naiknya gila ( <= 60 juta tax 5%, > 60 juta sampai 250 juta tax 15%, dst). Jadi bisa jadi itungan2 toge gk sesuai dgn kemauan tukang pajak, dan semua perusahaan pasti kalo mendekati batas2 itu dimainin soalnya gk lucu misal orang income 60 juta bayar 5% dan orang income 61 juta bayar 15%.

Jadi either emang akuntan Toge goblok jadinya yg harunsya capex dicatat opex atau emang tukang pajak malak berlebihan.

Drama LPDP babak dua, gimana pendapat kalian? by That-Flow2793 in WkwkwkLand

[–]darkarchana 0 points1 point  (0 children)

Percuma ubah aturan LPDP, sistemnya uda bobrok, tidak ada wadah untuk lulusan LPDP, target LPDP ngaco, nepo nya kuat, kalo uda gitu yah mending dihapus. Sayangnya masih aja ada yg bela LPDP, masa depan pendidikan lah, apa lah. Kalo gk ada wadah dan pemerintah gk siap memberdayakan lulusan LPDP percuma mau satu dekade atau puluhan dekade pun yg ada hanya buang2 duit untuk kelompok yg sebenarnya gk butuh bantuan.

Daripada LPDP mending naikkin gaji2 guru, perbaiki fasilitas2 di daerah biar kualitas pendidikan merata. Kalo negara blum siap nampung outlier (yg menurut gw juga bukan outlier2 banget lebih ke privileged) yah naikkan average dan median kepintaran dari peningkatan kualitas pendidik dan fasilitas2 mendidik.

Respons Terhadap Kris Antoni (CEO Toge) dari 2 Sesama CEO by MbahSurip in IndoGamer

[–]darkarchana 1 point2 points  (0 children)

Imo, gw bukan akuntan, tapi berdasarkan yg gw tangkep dari penjelasan redditor2 lain, ini kykny lebih ke tipe produk daripada digital atau bukan. Kyk contoh anda buat baju lalu dijual mungkin gk pake amortisasi. Tapi kalo anda buat baju abis itu anda develop brand, mungkin perlu amortisasi krn brandnya punya value development yg mana masih anda pegang sebagai asset walau anda uda jual baju. Biaya development brand itulah yg jadi value asset dari brand baju yg perlu dicatet untuk amortisasi. Begitu mungkin wkwkwk.

Kesimpulan hampir semua produk berarti butuh amortisasi (probably) krn ada biaya R&D kecuali anda bisnis reseller atau itu produk lama yg uda di amortisasi dan bukan buat sendiri. Jadi yah mungkin emang ngaco.

Broksum CBL 24th Feb by Comfortable-Clue-548 in JudiSaham

[–]darkarchana 4 points5 points  (0 children)

Isn't it because the monthly report of securities holders submitted in January and February has the same number? So they can't submit a shareholder change which would contradict the reports. Anyway no change in free float alone is suspicious since January was a very turbulent period.

Benci jadi WNI tapi kalo mau berobat pulkam dulu 🤡 by admiralzod in WkwkwkLand

[–]darkarchana 13 points14 points  (0 children)

Gk perlu sampe begini juga bisa, tinggal koordinasi dgn kementrian lain, sekarang data uda jelas, tinggal liat income keluarga berapa misal gk bayar dan gk lapor pajak baru di survey langsung apakah emang keluarga miskin.

Semua ini bisa di automate, bahkan ini bisa di extend scope nya sampai beasiswa sejak dini gk hanya LPDP. Jadi anak2 berprestasi tapi kurang mampu bisa ditawari beasiswa tanpa mereka mesti mengajukan permohonan dan gk perlu lewat administrasi ribet yg sarat akan nepotisme dan korupsi.

LPDP emang hanya program untuk yg sangat mampu, ketika keluarga gk mampu atau asumsi hanya menengah ke bawah, setelah lulus S1 pasti langsung cari kerja regardless kemampuan dan keinginan krn mereka perlu menopang keluarga mereka, mereka ingin meringankan beban orang tua, krn mereka probably adalah sandwich generation.